Puspa Adinda Muthmainnah

Foto USG Puspa 23 Agustus 2002

Hari ini, 26 September 2007, anak saya kedua genap berusia 5 tahun. Fisik-nya tidak dapat saya lihat, tapi saya percaya ruh-nya saat ini telah bahagia di sisi Allah SWT. Barangkali juga sedang bermain-main dengan kakaknya, Sarah Sekar Kinanti, di taman bunga yang mekar indah dan abadi.

Lima tahun yll., hari Rabu 25 September 2002, saya dan Ine pergi ke RS Nagoya City University Hospital di daerah Sakurayama, Nagoya, untuk periksa rutin kandungan. Saat itu usia kandungan Ine sekitar 14 minggu. Sesampai di RS, kami menunggu antrian periksa. Setelah tiba giliran, kami berdua masuk dan kandungan diperiksa sebagaimana biasa. Tetapi dokter menyampaikan informasi yang mengejutkan : anak kami telah tiada (tidak ada detak jantung). Berita ini sangat mengejutkan kami, karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda seperti misalnya perdarahan yang mengindikasikan adanya kelainan janin dalam kandungan. Dokter menjelaskan bahwa keguguran tidak selalu disertai dengan perdarahan, seperti misalnya kasus yang terjadi pada kami. Secara statistik keguguran terjadi kira-kira 1 dari 10 kehamilan, dan semua resiko ini sama untuk semua orang. Selama ini rasanya kami sudah cukup berhati-hati. Ine tidak melakukan pekerjaan yang berat atau melelahkan. Tetapi barangkali memang sudah demikian takdirnya, bahwa anak kami dipanggil kembali ke hadirat-Nya. Kami tanyakan kepada dokter, apakah kasus ini ada kaitannya dengan kasus kehamilan sebelumnya (Sekar). Menurut dokter, keguguran ini tidak ada kaitannya dengan kasus Sekar. Untuk mengetahui lebih detailnya kami disarankan untuk mengikuti tes kromosom terhadap janin. Barangkali saja ada yang tidak normal secara genetik. Selanjutnya Ine dijadwalkan untuk dikuret pada tgl. 26 September 2007. Dengan rasa tak karuan, kami pun pulang ke rumah (saat itu masih tinggal di Marutake shataku). Sampai di rumah kami beristirahat. Berat sekali rasanya menerima cobaan ini.

Kamis 26 September 2002, sekitar pk.08.40 am, kami berangkat ke RS naik kereta. Sesuai anjuran dokter, saat itu Ine sudah mulai puasa, tidak makan/minum apa-apa setelah makan pagi. Pk.09.30 kami sampai di RS dan masuk ke kamar pasien. Sebagaimana lazimnya prosedur nyuuin (opname), Ine ditanya macam-macam mengenai data kesehatan dan data pribadi. Dokter yang menangani operasi saat itu dua orang : dr.Tsukishiro (wanita, kira-kira usia 35 tahun) dan dr. Ozaki (pria). Suster yang bertugas saat itu namanya Miyake-san. Sebelum operasi dilakukan, dokter sekali lagi memeriksa kondisi anak kami, untuk mengkonfirmasikan bahwa dia telah meninggal. Pk.13.30 Ine disuntik bius, tetapi saat itu belum terasa mengantuk. Pk.14.00 Ine masuk ke ruang operasi, dan dibius lagi (bius total). Proses kuret berlangsung selama 40 menit, dari pk.14.00 hingga 14.40. Setelah itu Ine dibawa ke kamar. Dr. Tsukishiro menyampaikan bahwa proses kuret berlangsung lancar. Ine mulai sadar sekitar pk.15.00.

Saya minta izin ke dokter, agar diperbolehkan melihat janin anak kami, sebelum diserahkan ke bagian pemeriksaan kromosom. Anak kami tsb. masih kecil, dan tentu saja belum berbentuk manusia utuh, karena usianya masih 2 bulan dalam kandungan. Kami membuat beberapa foto sebagai kenangan. Pk.17.00 dokter sekali lagi memeriksa kondisi Ine, dan akhirnya diperbolehkan pulang hari itu juga. Pk.17.40 makan malam datang, dan Ine makan malam dulu sebelum pulang. Sekitar pk.18.30 mas Bibil -tetangga kami seapartemen yang tinggal di lantai yang sama- menjemput ke RS, dan kami diantar pulang. Teman-teman Nagoya banyak yang datang ke rumah, tapi sayang tidak dapat bertemu karena kami masih berada di RS. Terima kasih sebesarnya atas bantuan rekan-rekan di Nagoya, sehingga kami dapat tabah dalam menghadapi cobaan ini. Semoga amal baik rekan-rekan mendapat balasan dari Allah SWT.

Beberapa minggu kemudian kami mendapat kabar dari RS, bahwa tes kromosom terhadap janin menunjukkan bahwa kondisinya secara genetik normal, tidak ditemukan kelainan kromosom. Dengan demikian, faktor genetik bukan sebagai penyebab terjadinya keguguran tersebut. Dijelaskan juga oleh dokter, bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan kasus yang terjadi pada kehamilan sebelumnya (kasus Sekar). Jadi kami tidak perlu terlalu khawatir. Dari tes kromosom itu juga diketahui bahwa anak kami berjenis kelamin perempuan, karena kromosom sex nya XX.

Kami pilihkan nama untuk puteri kami kedua : Puspa Adinda Muthmainnah. Insya Allah saat ini Puspa telah bahagia di sisi-Nya. Hanya saja kami kadang berfikir, kalau saja Sekar dan Puspa ada, barangkali rumah kami lebih meriah. Sekar saat ini usianya enam setengah tahun, Puspa satu tahun di bawahnya. Tentunya mereka nggak beda banyak dengan Tika. Ribut dan banyak ulah …ha ha ha šŸ˜€

Maaf ya Sekar dan Puspa.Insya Allah nanti bapak dan ibu juga akan menimang dan menggendong kalian, kalau kita suatu saat semua sudah berkumpul di sisi-Nya. Amiin.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

2 Balasan ke Puspa Adinda Muthmainnah

  1. murniramli berkata:

    Semoga kehamilan kali ini dilancarkan dan dimudahkan.
    Kapan prediksi lahirnya, Pak ?

    Kalau ananda Puspa dan Sekar diberi amanah untuk menikmati dunia, pak Anto benar2 menjadi `penyamun di sarang perempuan` heheehe….salam u mba Ine dan neng Tika

  2. Terima kasih mbak Murni. Yoteibi-nya Insya Allah awal Desember, atau akhir November. Kalau prediksi dokter benar, saya Insya Allah jadi penyamun beneran dirumah. Soalnya adiknya Tika ini kemungkinan besar cewek juga. Atau kalau istilah Ine, saya ini tukang kebun. Yang lain : mawar besar dan mawar kecil…ha ha ha šŸ˜€ Mohon doanya saja yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s