Tips buang air kecil di WC kering/berdiri

Saat baca-baca blog pak BR (http://rahard.wordpress.com), ada tulisan ttg. buang air kecil yang merefer ke tulisan ttg. mengakali WC bule di blog pak Khairul. Tips yang ditulis di blog tsb. bermanfaat, terutama jika tinggal di negara yang WC-nya kering atau mengharuskan buang air sambil berdiri seperti di Jepang. Saat tinggal di Jepang dulu, kesulitan itu saya atasi dengan cara membawa gelas kertas (misalnya bekas cup minuman yang dibeli dari vending machine/jidouhanbaiki). Saat masuk toilet, pertama-tama gelas tsb. saya isi dengan air dulu, baru kemudian buang air dan memakai air tadi untuk bebersih. Keuntungan memakai gelas kertas adalah bisa dilipat dan dimasukkan ke saku celana, sehingga praktis dan tidak menyolok. Kalau memakai botol aqua akan merepotkan dan menyolok.

Cara yang sama saya pakai untuk berwudlu. Untuk membasuh muka, lengan maupun ubun2, bisa dilakukan di wastafel. Tetapi untuk membasuh kaki, sebaiknya jangan di wastafel, karena kalau ketahuan bisa kena marah dan tegur. Secara etika, hal ini tidak dibenarkan. Solusinya, dulu saya isikan air ke gelas kertas, dan membasuh kedua kaki di dalam WC. Jadi dalam ruang tertutup, sehingga tidak akan terlihat oleh orang lain. Air satu gelas sebenarnya cukup untuk membasuh kedua kaki, karena cukup dikucurkan sedikit dan diratakan ke seluruh bagian kaki (sampai mata kaki).

Saya pernah baca hadits, Nabi SAW dulu berwudlu dengan air setengah gelas saja. Entah ukuran satu gelas seperti apa, bisa jadi lebih besar daripada gelas yang kita pakai sekarang. Tapi yang jelas, wudlu itu tidak memerlukan air yang berlebihan.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tips buang air kecil di WC kering/berdiri

  1. budi berkata:

    kenapa tidak pakai tisu saja oak buat cebok?:-)
    khan lebih praktis:-))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s