Natsukashii aji : Nori & Furikake

Rabu kemarin saat jalan-jalan di Carrefour Ratu Plaza, saya temukan satu corner yang menjual bahan makanan asing. Salah satu diantaranya makanan Jepang. Yattaa ! Senang banget rasanya, karena saya bisa temukan nori, furikake, misoshiru, sencha di situ. Tapi harganya lebih mahal daripada harga asli di Jepang. Mungkin karena ada tarif pajak yang harus dibayar juga, sehingga barangnya dijual lebih mahal. Ine minta dibelikan nori, karena Tika berulangkali nyebut onogiri (mestinya sih onigiri, tapi Tika nyebutnya onogiri). Harganya sbb.

– Nico-nico Aji no Nori Rp 20 630,-
Otona no Furikake Sake, produk Nagatani-en : Rp 21 320,- (harga asli di Jepang : 130 yen)
Lotte Koala no maachi Rp 16 500,-

Sebenarnya saya pengin beli misoshiru juga. Saya ambil sebuah dan periksa materialnya (genzairyou) nya. Ternyata sudah ditempel terjemahan dalam bahasa Indonesia. Kalau dari terjemahannya sih tidak masalah, sepertinya tidak mengandung zat yang tak bisa dimakan. Tetapi saya penasaran dengan tulisan asli Jepangnya. Diam-diam saya lepas stiker terjemahan itu dan pindahkan ke lain posisi, agar saya bisa baca teks asli Jepangnya. Naah, benar kan. Di teks asli genzairyo-nya terdapat seishu (清酒). Biasanya untuk kehati-hatian saya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung seishu (sumizake), walaupun mungkin ada yang berpendapat lain. Jenis misoshiru yang tidak mengandung seishu misalnya produksi asahimatsu (gambar). Dulu barang-barang seperti di atas biasanya mudah kami beli di tuku 99-shop (serba 99 yen). Mestinya harganya menjadi sekitar Rp 8000,- an. Tetapi di Indonesia barang tsb. jadi dua kali lipatnya. Seharga dengan satu porsi bakmi GM, atau setara dengan 3 kali porsi makan pagi saya di warteg (^^;

Sampai di rumah Solo, Tika senang banget dan minta dibuatkan “onogiri”. Nasi hangat dicampur dengan furikake, terus digulung pakai nori. Gurih dan syedaaap 😀 Natsukashii aji ! Mestinya sih bukan onigiri, karena nasinya nggak dikepal. Arti kata onigiri adalah (nasi yang) dikepal, dari kata dasar nigiru. Tapi biarlah..apa namanya, onigiri, onogiri, atau giri-giri, yang penting enak yo, Nduk.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado. Tandai permalink.

7 Balasan ke Natsukashii aji : Nori & Furikake

  1. saniroy berkata:

    Betul Mas Anto. Kami juga pengkonsumsi misoshiru buatan Asahimatsu dan ocha-zuke buatan Nagatanien. Tinggal tambah lauk saja, sudah mantaps dalam sekejap :-). Bisa terbayang bila kami nanti juga di Indonesia dan menghadapi keterbatasan yang sama :-(.

  2. Audi berkata:

    Emang “seishu(sumizake)” itu apa sih om?

  3. benbego berkata:

    aduh jadi ngiler nih ngebayangin makanan terus! 😀

  4. novi berkata:

    cetakan onigiri kan di jakarta ada, harganya tidak sampai seharga payung kok *whuahahahaha* 😀

  5. Deko berkata:

    beli nya dimana ya … pertama kali saya coba Nori waktu anak saya minta dibelikan .. katanya di Alfamart ada … begitu saya coba beli sendiri eh .. salah dapetnya malah .. Naori ( bumbu masak ) .. trus akkhirnya anak saya yg beli sendiri. Begitu saya lihat ko ‘ aneh cara makanya..nasi digulung kaya lemper trus dibungkus pake lembaran Nori .. bgtu saya coba .. wahhhhh ueeenat… ma’ nyussss.. mao dong kalo ada resep lain makanan jepang tapi yg Halal…ya..

  6. zie dziek berkata:

    hallo mas anto… salam kenal..
    aku pengen tau dunk..cara bikin-nya (si onigiri itu..)
    apa bahan2-nya gampang di cari di Indonesia yah..
    soalnya aku mo bikin untuk anak2-ku nih..
    makasih.. ya.. info nya

  7. ai berkata:

    uhm… nori itu ad d smua carrefur ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s