Memilihkan mainan untuk anak

SMS dari Ine: “Tika naruh 2 krupuk di kepalaku mesem2. katanya ibu jadi cantik“…hahahaha ๐Ÿ˜€

Saat pulang kemarin, saya membawakan mainan Lego kotak merah untuk Tika. Tujuannya agar dapat mengalihkan perhatian Tika dari melihat acara NHK sepanjang hari ke permainan yang melibatkan saraf motorik. Selama ini, Tika memang banyak menghabiskan waktunya untuk melihat rekaman acara Okaasan to issho yang saya buat saat masih di Jepang. Rekaman itu cukup banyak , saya kira lebih dari 40 dibuat sepanjang tahun 2006, pada berbagai musim. Tiap ganti musim, tema yang diusung dalam Okaasan to issho berlainan, dan dikemas demikian apik, sehingga mampu memikat anak agar menonton acara tersebut. Saya lebih merasa safe, kalau Tika pada usia sekarang (hampir 3 tahun) melihat acara itu daripada melihat acara-acara TV di Indonesia, yang banyak mengumbar kata-kata yang tidak edukatif, seperti misalnya “bodoh kamu”, “kurang ajar”, dsb.

Walaupun demikian, terlalu lama menonton TV juga tidak baik buat si anak. Michiko Tsuchiya, seorang peneliti Hitachi Kategi Kyouiku Kenkyuujo, melakukan survey terhadap anak usia 3 tahun yang tidak pergi ke playgroup (hoikuen), melaporkan kesimpulan bahwa 62.2% anak melihat TV lebih dari 3 jam dalam sehari, bahkan 27.0% menghabiskan lebih dari 4 jam menonton TV. Ini jelas tidak baik. Sebuah penelitian mencoba menganalisa perbedaan pengaruh melihat TV dengan aktifitas motorik menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil analisa MRI anak-anak yang menghabiskan waktu dengan melihat TV memperlihatkan aktifitas yang terlokalisasi pada satu tempat saja, sedangkan reaksi sel saraf pada anak yang melakukan aktifitas motorik lebih tersebar. Dengan kata lain, permainan motorik lebih merangsang aktifitas neuron pada anak.

Sayangnya anak-anak sekarang sepertinya lebih memilih menonton TV ataupun main game. Saya tidak lagi melihat anak-anak bermain gobak-sodor, main gundu, lompat tali, njuk-tali-njuk emping dibawah bulan purnama, sebagaimana halnya waktu saya masih kecil dulu. Game, DVD sepertinya lebih asyik dan menarik bagi mereka.

NHK di Jepang cukup jeli dalam meramu acara bagi anak. Di salah satu program ada pelajaran cara membuat permainan dari barang-barang di sekitar kita. Misalnya membuat burung dari kertas (origami), merangkaikan kaleng bekas dan mewarnai, dan berbagai macam permainan kreatif lain yang melibatkan aktifitas motorik. Di Indonesia, rasanya saya belum pernah melihat acara semacam ini di TV. Berarti ini tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk menjadi teman main bagi si anak, dan tidak membiarkannya keasyikan melihat DVD maupun main game.

Tika sedang main kertas koran yang direndam air

Referensi:

[1] Zero Sai karano Ikuji, Lady Bird Shougakukan jitsuyou shiriizu

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

5 Balasan ke Memilihkan mainan untuk anak

  1. axireaxi berkata:

    ttg mainan juga…

    Mattel tarik jutaan mainan lagi
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2007/08/070814_mattel.shtml

    salam,
    adi.n

  2. Ping balik: Pak Wali « Ikatan Keluarga Payobasung Jakarta Raya

  3. dokterearekcilik berkata:

    Salam kenal.. emang susah mencari mainan yang mendidik anak, apalagi di Indonesia. Tayangan yang tidak mendidik sungguh mudah didapat… tidak usah milih.. tinggal klik remote ngawur pasti dapet tayangan gak bermutu ๐Ÿ™‚ pemerintah gak ngatur tayangan TV …. jadi ya kita yang mesti ngatur anak-anak kita sendiri…

  4. Bayu berkata:

    Mas,
    Ini saya recommend kalo mau beli mainan anak di http://www.tokomainanonline.com dulu sih namanya http://www.duniamainan.blogspot.com .

    Saya dan keluarga suka lihat kesitu, soalnya tiap minggu di update dan harganya itu lho, bisa sepertiga harga mall (padahal kan mereka juga udah ambil untung).

    Happy hunting.

    Sukses ya,
    Bayu

  5. Ping balik: daddyfantastic » Memilihkan mainan untuk anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s