Catatan hari pertama Alya-Tika di rumah

Tengah malam saya terbangun karena Tika menangis, pengin diantar ke belakang. Sekarang sudah kembali nyenyak tidur di kamar. Saya siap-siap buat belajar dan meneruskan kerjaan kantor, karena satu-satunya waktu yang memungkinkan adalah saat tengah malam begini. Tgl.27 Desember besok saya diundang STTTelkom-Bandung, menjadi salah satu pembicara di seminar datamining. Rencananya saya presentasi mengenai peran feature selection dalam datamining. Waktu sudah dekat. Sudah saatnya mulai menyiapkan materinya. Tapi sebelumnya, pengin menuliskan kesan malam pertama Alya di rumah.

Hari ini hari bahagia, walau cukup sibuk dan melelahkan bagi kami sekeluarga. Sampai di rumah, ternyata tugas rumahan sudah menunggu. Mengatur ruangan, mengeluarkan karpet yang mau dilaundry, menyiapkan mandi buat Alya, Tika dan emaknya. Bapaknya ? Gak sempat nih….jadi malam ini puasa mandi dulu. Tika sepertinya mulai menunjukkan sikap pengin diperhatikan, agak pelit berbagi dengan adiknya, jealous. Yah, memang wajar sih, dan masa transisi ini terjadi pada semua anak yang pertama kali punya adik. Sempat saya marahi, sampai tangannya saya pukul (ringan/ceples). Tapi saya terus merasa bersalah sendiri. Dalam kondisi transisi seperti ini, saya harus banyak bersabar dan meladeni ulah Tika. Ulah Tika mencerminkan proses pembelajaran bagaimana harus berbagi kasih sayang dengan adiknya. Wah, padahal kalau dari sisi orang tua, kasih sayang pada anak nggak pernah berkurang. Tambah anak, bukannya kasih sayang displit/dibagi, tapi dicopy dan paste pada kedua anak.

Sore ini Solo diguyur hujan deras bin lebat. Bukan main. Saya tak henti bersyukur, alhamdulillah, dalam kondisi seperti ini saya bisa menemani anak istri di rumah. Nggak terbayang repotnya jika saya di Jakarta. Soalnya air mengalir masuk ke rumah dari 2 jendela. Terpaksa si tukang kebun ini pegang lap pel, dan mengelap lantai agar tidak licin yg berbahaya bagi A TI (ATI: Alya-Tika-Ine). Saya tidak jadi ke rumah Rusma untuk mengambil surat dokter. Makan malam terpaksa order delivery ke mie pasar baru sambil masak air siap2 mandi. Saat air hangat buat Alya sudah siap, ternyata kakaknya-lah yang pengin mandi šŸ˜€ Rupanya dia melihat termometer kuma-chan yang saya pakai untuk mengukur suhu air, sehingga pengin nostalgia mandi di bak bayi. Padahal biasanya nggak mau lagi mandi di bak itu lho. Ya udah, air di bak dipakai oleh Tika sambil main-main dg termometer. Usai Tika, Alya saya mandikan. Setelah itu giliran emaknya. Sementara emaknya di kamar mandi, Alya menangis keras-keras, karena sudah pengin minum. Saya gendong sambil dilelolelo ledung, menyenandungkan “When you wish upon a star”, disambung sama “Mijil”, dan tembang-tembang jawa yang lain. Sepertinya Alya menikmati suara bapaknya, dan terdiam, senang digendong dan dileloledung. Setelah Ine siap, Alya mulai minum dan tenang.

Tak berapa lama, Alya pup, dan ternyata ada darahnya. Kami waswas, kalau-kalau darah itu mengindikasikan satu penyakit. Segera telpon ke Rusma menanyakan hal itu. Oleh tante dokter Rusma, kami mendapat penjelasan yang melegakan. Darah itu keluar dari vagina bayi, dan itu kejadian biasa, dimana seolah bayi mendapat menstruasi. Selama dalam kandungan hormon dari ibu mengalir masuk ke tubuh janin, termasuk hormon kewanitaan. Setelah bayi lahir, hormon dari ibu tadi stop, dan dikeluarkan seperti halnya seorang wanita dewasa yang menstruasi. Oh gitu to. Terima kasih ya Tante, atas penjelasannya.

Setelah itu, giliran menyuap Tika makan malam dg bakso kuah. Emaknya makan sayur dan ayam nanking, serta jus alpukat. Saya cuma habis sedikit ayam-nya, mungkin kekenyangan es teler. Malam makin larut, dan Tika pengin bobok. Ya sudah, kami bobok semua. Ya Allah, terima kasih atas segala kenikmatan dan kebahagiaan yang telah engkau limpahkan kepada kami sekeluarga. Oyasumi nasai.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s