Tahun Baru Manusia Gerobak

Tahun 2008 telah tiba. Ada yang merayakannya dengan kembang api, pesta dan berbagai kegiatan cantik lainnya. Kebetulan semalam kami sekeluarga tertidur, sehingga tidak sempat “melek akhir tahun” saat kalender berganti ke angka 2008. Semalam cuma sempat melihat akting Julia Estelle di film Kuntilanak, tapi nggak sampai selesai. Nembang maning..nembang maning. 😀 Kami lebih suka melihat akting Dudee di sinetron “Cahaya”. Usai “Cahaya”, disambung sinetron “Kasih” dimana Giovani Tobing menampilkan kepiawaian aktingnya, dan kami pun terbang ke republik mimpi. Bangun pagi, langsung bayar hutang, kirim email ke teman Jepang sebagai pengganti “nengajo”. Selamat tahun baru !

Acara “Reportase Sore” TransTV ini menceritakan bagaimana berbagai lapisan rakyat menyambut tahun baru. Banjir bengawan Solo di akhir tahun membuat sebagian penduduk masih melewatkan malam-malam dingin dalam pengungsian. Kekurangan makan maupun obat-obatan ada dimana-mana. Yang tidak kebagian banjir pun, tidak semua merayakan dengan kegembiraan. Bagian akhir reportase menceritakan kehidupan “manusia gerobak”, demikian reporter TV menyebutnya. Sepasang suami istri -Wagimin- yang bekerja sebagai pemungut sampah di Jakarta, tidak merasakan perbedaannya dengan tahun kemarin. Mereka tetap saja melakoni profesinya yang sudah dijalani 10 tahun, mendorong gerobak ke sana kemari, memungut sampah. Sepertinya bapak/ibu Wagimin tidak memiliki tempat tinggal menetap di Jakarta. Di malam hari mereka beristirahat di gerobak-nya. Penghasilan mereka paling banter hanya Rp 20 ribu,- perhari. Itupun mereka kirimkan kepada anak semata wayang-nya di Cirebon, kota asal yang mereka tinggalkan 10 tahun yll. untuk mencari nafkah di Jakarta. Saya tidak bisa bayangkan, bagaimana mereka makan sehari-hari. Di Jakarta, mencari menu makanan dibawah Rp 5000,- pun sudah sangat sulit. Mie ayam pun sudah seharga Rp 4000,- Sedihnya, di Jakarta, orang seperti mereka pun ternyata tidak sedikit. Entah kapan mereka bisa tersenyum menatap pergantian tahun.

Shin Nen Akemashite Omedetou Gozaimasu. Kotoshimo yoroshiku onegai moushi agemasu.

Wish you a happy new year 2008.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di potret Indonesiaku. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tahun Baru Manusia Gerobak

  1. Chaterine berkata:

    haiiii…..gw sih emang ga nonton reportasse di trans TV tp gw punya sedikit pengalaman about manusia gerobak itu. kebetulan gw ambil skripsi yg berhub dengan manusia gerobak and menurut gw mereka itu ada sisi positif and negatifnya walaupun mungkin dari segi pemerintah daerah DKI jakarta mereka hanya membuat jakarta jadi kusam and kumuh. tapi mungkin kalo kita mau lihat dari sisi mereka(manusia gerobak) sebeanrnya mereka hanyalah mencoba mencari sesuap nasi untuk makan dan bertahan hidup. selain itu sebagian dari mereka pun punya komunitas manusia gerobak yg fungsinya untuk saling bantu kalo ada teman manusia gerobak yg lg sakit. nah… ternyata meskipun miskin mereka masih punya sisi kemanusiaan dna saling bantu sesama dan meskipun juga mereka juga ada dlm keterbatasan. apakah para pejabat pemerintah kita yg “terhormat” itu bisa begitu juga apalagi mereka dalam keadaan yg sangat berlebih dalam hal materi tp sayang tidak berlebih dalam hal kemanusiaan!!! coba kita renungkan sama-sama….

  2. Bowo Leksono berkata:

    untuk Manusia Gerobak, untuk Chaterine…

    Chaterine, saat ini aku sedang riset untuk membuat film dokumenter tentang manusia gerobak. Tentu sangat senang, menarik dan membantu sekali bila aku bisa kenal Mbak Chaterine yang sudah lebih dulu menulis tentang manusia gerobak itu.

    Bila berkenan ini no kontakku dan emailku:
    Bowo Leksono
    laleks_film@yahoo.com
    08128062020

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s