Makan malam di Solomio

Semalam kami keluar cari makan malam. Awalnya saya usulkan ke bakmi Pak Dul di kampung baru, tetapi karena gerimis, Ine nggak setuju, kasihan Alya dan Tika. Akhirnya kami putuskan ke Cafe Dika di Mesen, tetapi di tengah perjalanan ganti haluan ke Solomio. Saya tanya ke Andut, apa ada resto Itali di Solo yang rasanya asli, Italian taste. Andut menyarankan ke Solomio, letaknya di seberang hotel Novotel. Agak doki-doki juga, soalnya jangan-jangan resto-nya buat orang yang selevel Andut..hahahaha 😀

Sampai di resto, kami kemudian cari tempat duduk di bagian belakang, dekat dengan tempat bermain anak-anak. Wah, memang benar sih. Suasananya dibuat seperti resto Itali. Lampu remang-remang, ada tempat yang atapnya terbuka, sehingga bisa melihat bulan. Menu ditulis pakai kapur di papan tulis. Tapi ada yang kurang. Biasanya di resto Italy, ada stoples2 besar berisi pasta, dan bumbu-bumbu yang lain. Semalam saya nggak lihat stoples tsb.

Untuk makan malam, kami pesan pasta 2 jenis dan pizza. Rasanya ? Ehm…beneran deh. Rasa asli ! Sepertinya nggak dimodifikasi agar sesuai dengan lidah Jawa. Saya sempat ngobrol dengan koki-nya, yang katanya memang dia belajar di Itali. Pemilik restorannya sendiri, katanya orang Belanda. Secara keseluruhan, rasa memuaskan.

Saat membayar di kasir, saya lihat ada satu item : “service” sebesar 7.5% dari harga makanan yang dibeli. Dulu saat di Italy, seingat saya, tips buat pelayannya ditaruh di atas meja. Kalau di Canada, kita yang mengisi sendiri di bon, berapa % mau ditambahkan pada harga makanan yg dibeli. Yah, memang budaya tiap negara berlainan.

Tika sepertinya demen banget dengan arena permainan yang didesain seperti dapur mini, dengan ceret mini dsb. “Pak…Tika kapan-kapan pengin ke sini lagi, yaa”. Waduh, nduk. Ini cuma sekali saja, buat ngobatin kangennya Ibu ke masakan Italy. Kalau sering-sering, bisa bangkrut bapak..hahaha.

Fotonya nggak ada, soalnya kelupaan bawa kamera.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s