Kesan saya 4 tahun jadi dosen di Jepang (1)

(left: Chukyo-dai kampus Nagoya right: Chukyo-dai kampus Toyota)

Tahun 2002. Saat itu saya tengah jikken (eksperimen) dan sibuk menyelesaikan disertasi doktoral, agar bisa lulus pada bulan Maret tahun berikutnya. Sensei tiba-tiba datang ke meja saya, dan bertanya “To, apakah setelah lulus nanti kamu harus segera pulang ke Indonesia ? Ii hanashi ga arundesu yo. Ada berita bagus nih !” Kemudian saya diajak beliau ke ruangnya, dan disana dipertemukan dengan dua professor : Fukumura sensei dan Hasegawa sensei. Dua professor tsb. sangat terkenal di bidang image processing. Mereka rupanya mencari orang yang dapat diharapkan membantu pendirian jurusan baru di Chukyo University, sebuah universitas swasta di kota Toyota. Jurusan itu merupakan perpaduan beberapa bidang, dan diantaranya bio + komputasi. Tetapi mencari doktor yang melakukan riset tsb. ternyata sulit. Untuk itu mereka datang ke lab. kami menanyakan kalau-kalau ada doktor dengan kapasitas demikian, yang bersedia membantu mereka dalam mendirikan jurusan baru tsb.

Saya kemudian memperkenalkan diri, dan menjelaskan materi riset yang saya lakukan saat itu (aplikasi pattern recognition untuk menganalisa data microarray pasien kanker). Singkat kata beliau berdua tertarik, dan menawarkan posisi sebagai dosen di Chukyo University. Saya jawab kalau tawaran tsb. akan saya diskusikan dulu dengan instansi saya di Jakarta, yaitu BPPT.

Setelah itu, tawaran beliau saya sampaikan ke kantor. Apakah setelah lulus S3, saya diperkenankan melanjutkan kegiatan riset saya di Jepang, dalam kapasitas sebagai dosen ? Tahap ini cukup rumit, karena status saya sebagai karyasiswa mengharuskan saya untuk kembali dan mengabdi di Indonesia setelah selesai tugas belajar. Sedangkan kalau menjadi dosen di Jepang, berarti saya akan bekerja full time untuk perguruan tinggi di Jepang. Singkat kata akhirnya saya diizinkan untuk melanjutkan penelitian di Chukyo University. Status saya saat itu adalah visiting professor (kyakuin kyouju). Walau demikian, saya diplot untuk memimpin laboratory sendiri dengan kegiatan zemi-nya. Biasanya visiting professor hanya bertugas mengajar, dan tidak memimpin laboratorium sendiri. Saya dijadwalkan mulai aktif di Chukyo University sejak April 2003.

Mendekati akhir tahun 2002, saya mulai mendapat tugas untuk mendesain syllabus matakuliah yang saya ajarkan pada tahun ajaran berikutnya. Di tahun pertama, saya diminta mengisi matakuliah “Special lecture on media science”. Materi yang saya sampaikan berkaitan dengan teori dan aplikasi softcomputing. Cukup sulit juga menyusun syllabus dimana saya belum pernah sama sekali mengajar atau berinteraksi dengan mahasiswanya. Selain itu, saya mendapat kiriman berkardus-kardus katalog dan daftar buku. Saya diminta memberi tanda, buku apa saja yang diperlukan dalam bidang saya (di jurusan yang baru tsb., saya diminta mengembangkan bidang bioinformatika) untuk mengisi perpustakaan jurusan yang baru. Wuah…ternyata tugas ini cukup berat, karena saya harus memelototi ribuan halaman berisi daftar buku dan memilih mana yang diperlukan.

Pada bulan Maret, akhirnya selesailah studi S3 saya. Setelah itu, saya kemudian mengurus perubahan status visa, dari student menjadi professor. Masa berlakunya visa student adalah 1 tahun, tetapi kalau visa professor adalah 3 tahun. Ada sedikit masalah yang terjadi pada masa transisi ini. Saat itu perijinan dari kantor di Indonesia belum sampai tahap formal, tapi baru secara informal dari atasan saya. Saya harus pulang untuk mengurus berbagai hal administratif yang diperlukan. Masalah kedua, rumah yang saya tempati (Marutake shataku) akan dirubuhkan oleh pemiliknya, untuk dibangun sebagai tempat parkir. Setelah lewat pertimbangan yang cukup lama, akhirnya kami putuskan untuk mengirim semua barang ke Indonesia, dan hanya meninggalkan satu kopor kecil saja dititipkan di lab. Saya berjaga-jaga kalau-kalau sesampai di Indonesia nanti ternyata saya tidak mendapat izin, sehingga tidak dapat kembali ke Jepang. Kalau diizinkan, skenario-nya saya kembali terlebih dulu ke Jepang, sedangkan Ine berlibur agak lama di Indonesia. Sampai di Jepang saya mencari apato (apartemen) dan mulai adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Ine akan menyusul ke Jepang, setelah semua siap. Alhamdulillah sesampainya di Indonesia, urusan saya lancar, dan saya dapat kembali ke Nagoya untuk mulai beraktifitas di tempat yang baru, di Chukyo University.

(bersambung)

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Kesan saya 4 tahun jadi dosen di Jepang (1)

  1. satya sembiring berkata:

    mau dong ngajar di jepang. ohh maaf maksudnya belajar di jepang. sekarang saya juga tinggal di nagoya. tapi nagoya nya batam hehehe

  2. dobelden berkata:

    wah mantepp pak…..

    jdi pengen juga study ke jepun 🙂

  3. doly berkata:

    gimana ya supaya bs s2 di jepang
    kalau daftarnya dr jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s