Nengok Sekar & Puspa

Minggu pagi saya olah raga sepeda. Berangkat dari rumah sudah agak siang, sekitar pk.07.30 pagi, menuju stasiun Solo Balapan. Di sana saya menukar tiket kereta, yang mestinya berangkat ke Jakarta minggu malam diubah jadi Senin malam, karena Alya demam semalam. Kasihan Ine kalau saya tinggal ke Jakarta malam ini, jadi biarlah saya undur semalam.

Dari Solo Balapan, saya kemudian ke Juru Martanen. Ah, anak-anakku, lama ya, bapak ibu dan adik-adikmu nggak menengok kalian. Sampai di makam, saya belai pusara Sekar & Puspa dan panjatkan doa. Saya cukup puas karena di saat terakhir, saat dimandikan, saya berkesempatan menggendong Sekar. Saat itu beberapa kerabat menawarkan agar Sekar digendong mereka, bukan saya, karena khawatir saya pingsan. Tetapi saya berkeras. Nggak ah. Kasihan Sekar, kalau bapaknya nggak tega menggendong-nya. Entar ngomel dia : “Bapak ini gimana sih…masak gak mau nggendong Sekar” (feeling saya, Sekar kalau diperkenankan hidup dan besar, kayaknya agak galak, kayak emaknya). Saya tetapkan harus menggendong dia saat dimandikan, sebagai ujud ungkapan kasih sayang secara fisik yang terakhir. Sekar, engkau tentu tersenyum dan bahagia, karena bapak akhirnya dapat menggendongmu.

Di perjalanan pulang saya lihat seorang bapak memboncengkan dua puterinya naik sepeda. Kebetulan kami hendak bersama-sama menyebarang jalan di Ursulin. Saya jadi terbayang: andaikan Sekar dan Puspa semua masih ada, dan anak-anak saya lengkap berempat, tentunya saya sibuk juga kayak bapak itu. Wah, mau ditaruh dimana anak-anakku itu ? Sekar dibonceng di paling belakang, Puspa ditengah antara saya dan Sekar, Tika di depan dan Alya saya gendong. Waduh…bakalan ramai tentunya. Yah, walau sekedar angan, tapi cukup indah. Sudah dulu ya, nduk. Bapak, ibu dan adik-adikmu nggak bisa lihat kalian, tetapi Allah-lah yang menyampaikan kepada kalian, kalau bapak dan ibu teramat sayang , rindu dan selalu ingat pada kalian: Puspa dan Sekar.

Note: foto di atas diambil tahun lalu, saat kami nengok Puspa & Sekar.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

5 Balasan ke Nengok Sekar & Puspa

  1. yayon berkata:

    salam mas anto
    mungkin sampeyan lupa sama saya, jelek2 gini waktu sma (kelas satu ) saya pernah sekelas sama sampeyan.
    kemarin sempat ketemu sama hendriyadi,sarjono,hisam,sarjono.
    mas mbaca crita sampeyan jadi trenyuh atiku.
    saat ini sampeyan (dan keluarga ) tinggal di solo atau di jakarta ?

    salam

    yayon

  2. Halo mas Yayon,
    Wah, senang aku ketemu sampeyan maneh. Keluargaku neng Solo, sedangkan aku neng Jakarta golek nafkah. Saben akhir pekan, balik menyang Solo. PJKA jarene. Pulang Jumat Kembali Ahad. Aku wis dolan menyang blog sampeyan. Jebule yo seneng numpa sepur to ? Kapan yuk, sepuran bareng.

    Anto S. Nugroho

  3. yayon berkata:

    We lha sama mas, aku wis 4 th dadi pjka melu rombongan senja solo ben rada ngirit . anak-anakku karo ibune neng palur,aku neng sekitaran pondok ungu bekasi.Sampeyanneng solone ngendi?

    salam

  4. nh18 berkata:

    Pak Anto …
    Terus terang Saya menangis membaca postingan yang ini … entah mengapa …

    Semoga mereka bahagia disana ya Pak …

    Salam saya …

  5. Salam kenal juga, dan terima kasih pak. Amiin. Insya Allah mereka bahagia di sisi-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s