Betapa mulia seorang ibu

“Agak sulit mengurus Tika dan Alya dalam detik yang sama nih. Tika disuapin, tahu-tahu Alya terbangun. Menidurkan Alya, tiba-tiba Tika muntah agak banyak. Alya juga nggak tidur. Baru mulai tidur, Tika belum makan lagi. Turun bed (untuk menyuapin Tika), Alya terbangun. Jadi belum: Isya, beresin meja, gosok gigi Tika, menidurkan Alya. Kamar dan depan TV berantakan. Pesawat (pelampung renang berbentuk pesawat) kempes dengan kedua tangan (sayap) terpentang di depan TV.  Sekarang semua sedang  berkumpul ria, berdesak-desakan di kasur yang tadi kena muntahan Tika” … ah betapa mulia pekerjaan seorang ibu rumah tangga.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

5 Balasan ke Betapa mulia seorang ibu

  1. nh18 berkata:

    HHmmm …
    Iya ya pak … repot sekali ya ..
    Belum lagi kita sebagai suami kadang-kadang juga minta diperhatikan juga kan ?
    Ma kasih pak …

  2. realylife berkata:

    bener banget pak
    ibu selalu mulia
    namun kadang sang anak tak pernah menghargainya

  3. dennycharter berkata:

    sorga di bawah telapak kaki ibu… Salam Kenal Pak

  4. 311thoth berkata:

    bagaimana dengan ibu yang membuang anaknya ketika lahir?

  5. Niken berkata:

    Saya bertanya pada ibu saya. Ternyata beliau paling repot ketika punya 2 anak. Setelah punya anak yang ketiga, malah berkurang repotnya, karena anak pertama bisa bantu ibunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s