Bu, Tika masih kangen bapak….

Senin pagi saya berangkat ke Jakarta. Tika, Alya dan emaknya ngantar sampai stasiun, dan saya didrop. Selanjutnya mereka langsung ke sekolah Tika. Malamnya Tika ngeluh sama emaknya.

Tika: “Bu, …bapak kenapa kerja ya ? Tika kan masih kangen sama bapak. Bapak kerja apa sih bu ?”
Emak: “Hm…kerja apa ya, Ka…”.
Tika: “nginthil ya bu ?”
Emak: “Hah…nginthil ?”
Tika: “Iya…nginthil tomodachi-nya”
(nginthil : mengekor/mengikuti seseorang, tomodachi: teman)

Hahahaha…..awalnya saya terharu mendengar cerita itu. Tapi nggak bisa menahan ketawa saat Tika bilang kalau pekerjaan saya itu nginthil (mengekor/membututi/mengikuti teman). Ada-ada aja. Saya heran, darimana dia dapat kosakata “nginthil” itu. Itu adalah istilah bahasa Jawa yang tidak semua orang terfikir memakainya. Baru ngeh, setelah Ine cerita, kalau dia sering pakai kata-kata “nginthil” itu ke Tika, karena Tika selalu mengikuti emaknya, baik ke dapur, ke belakang saat menjemur baju, ke kamar depan, dst. Rupanya kata “nginthil” itu nempel di memory-nya.

Kalau diingat, Tika sering saya marahi, saya tegur dan strap (hukum). Mungkin karena usianya, shg. dia sedang aktif-aktifnya jahil dan minta diperhatikan. Kadangkala membahayakan, saat loncat-loncat di kasur di dekat adiknya. Kalau sudah nggak mau dikasih tahu, kadang saya ancam: “Hayo…kalau masih nakal begitu, Tika ke belakang saja. Ke dapur sana, sama cicak !”, dan Tika mulai menyurut, takut, karena ancaman itu beberapa kali benar-benar saya lakukan. Saya angkat Tika dan taruh di dapur, pintu saya kunci. Tetapi pintu itu dari jaring, sehingga tetap bisa terlihat dari dalam rumah. Jadi saya tetap bisa memantau. Biasanya hukuman itu nggak lama, paling 1 menit, karena Tika sudah menangis-nangis. Kalau udah begitu, pintu saya buka dan Tika saya perbolehkan masuk. Nggak tega, apalagi kalau saat menangis, Tika bilang “Tika lapaar….”. (T_T) Kalau udah “berdamai”, Tika kemudian saya gendong-gendong, dan saya cium pipinya, sambil berbisik “Maaf ya, nduk. Tika tadi dihukum bapak. Tapi itu karena bapak sayang sama Tika…”

Kadang-kadang saya khawatir juga, kalau cara mendidik saya di atas salah. Saya khawatir kalau itu nanti ditiru Tika. Beberapa saat yll. Ine cerita, Tika habis ditelpon Faren, temannya di Playgroup. Setelah selesai telpon, Ine tanya ke Tika “Faren bicara apa ?”. Eeh…Tika menjawab “Diem ! Jangan omong dulu ya !”…aduh…galak banget. Rupanya Tika menirukan ucapan emaknya (persis seperti itu !) saat dia dimarahi karena ribut-ribut, padahal emak sedang konsentrasi ngasih ASI ke dik Alya. (^^;

Update

  1. Kamis pagi Ine cerita kalau dik Alya sudah bisa mundur, tapi belum posisi merangkak sih. Resminya Alya bisa tengkurap sendiri pd. tgl.24 April 2008.
  2. Saya ditelpon Tika. Katanya, “Bapak koq kerja terus sih. Jangan kerja terus, doong. Tika kan masih kangen. Nanti Tika jemput ke Jakarta ya, naik taksi dengan ibu dan adik.” Waduuh…hati ini jadi sedih. Minggu ini saya tidak pulang ke Solo, soalnya.
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bu, Tika masih kangen bapak….

  1. anton ashardi berkata:

    weh…gitu ta rasanya kalo ninggal keluarga (^_^)’

  2. fatah75 berkata:

    jangankan seminggu, seharian ditinggal kerja aja saya sudah kangen sama anak (mertua) 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s