Suatu siang di Jakarta

Sabtu siang, saya habis jalan-jalan di Sarinah dan kembali ke kantor. Sambil menjinjing tas plastik isi pisang, saya menyeberang lewat jembatan penyeberangan. Di tengah jalan, ada anak perempuan, mungkin usia 10 tahun, duduk lemas dan berkata ke saya, “Pak, minta pisangnya satu ya”. Aduuh, kasihan benar ini anak. Saya petikkan satu pisang buat dia. “Sudah makan belum ?” Dia menggeleng. Karena nggak tega, saya sisipkan sekedar buat  beli makan siang.

Anak perempuan itu hanyalah satu dari ribuan anak di Indonesia yang terlantar. Mereka tidak tahu sampai kapan dapat bertahan hidup di tengah semakin mahalnya ongkos untuk hidup. Entah kenapa dia bisa terlantar seperti itu. Apakah sudah tidak punya orang tua, ataukah tersesat di jalan, ataukah mencoba mencari nafkah sendiri tetapi belum berhasil.

Belum lama ini, Ine cerita kalau saudara dari mbak yang membantu merawat rumah kami punya anak usia 5 bulan yang kepalanya ada benjolan. Benjolan itu tidak keras, dan kadang-kadang saja menyembul. Mereka tinggal di Wonogiri. Dengan susah payah akhirnya anaknya dibawa berobat ke salah satu RS terkenal di Surakarta. Untungnya mereka terbantu dengan askes, sehingga ongkos dokter bisa gratis. Hanya saja mereka tetap harus membayar sendiri untuk infus, dan obat-obatan yang lain. Sebelumnya mereka mengeluarkan uang 600 ribu untuk ongkos rontgen. Keluarga itu bukanlah keluarga yang mampu, tapi demi kesehatan anaknya, tentu saja dengan jalan apapun berupaya keras agar anaknya tetap bisa disembuhkan. Masalah uang bisa diatur, yang penting sehat dulu. Ah, cinta kasih orang tua memang tak ada batasnya.

Semoga saja Allah SWT memberikan jalan keluar bagi anak-anak yang terlantar, maupun mereka yang kekurangan, di tengah-tengah kehidupan yang makin sulit ini.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s