Dunia Tika : cemburu, pengin mobil, Jakarta-Solo itu nggak jauh koq

Hampir tujuh bulan lewat, sejak Tika punya adek, dan akhir-akhir ini Tika sering menunjukkan gejala kecemburuannya. Ine cerita, kalau Tika sering membayangkan, dia ingin diajak pergi naik motor ke Solo Square (salah satu mal di Solo) oleh bapak ibu. “Ibu duduk di depan mengendarai speda motor,yaa…terus bapak bonceng di belakang. Tika nanti duduk di tengah sambil tidur dipangku bapak”…Lho adik koq nggak diajak ? “Adik nggak usah ikut”. Waduh, sedih rasanya. Mungkin Tika ingin mengenang kembali saat-saat manis dia jadi satu-satunya yg diperhatikan, jadi pusat perhatian semua orang, waktu masih di Nagoya. Setelah ada dek Alya, mungkin Tika merasa, koq semua orang tertawa kepada dik Alya, komentar pada dik Alya, sedangkan aku koq kurang diperhatikan. Wah, padahal saya dan Ine sudah demikian berhati-hati. Cuma kadang-kadang ada juga orang yang komentar, membanding-bandingkan Alya dengan Tika. Misalnya Alya dibilang gemuk, lebih gemuk daripada Tika. Duuuuuh, komentar koq nggak bijaksana lho. Itu masuk pantangan besar lho.

  1. Mengomentari fisik seorang anak (koq kurus, koq hitam, koq gembrot, koq nggak mirip bapak/ibunya dst)
  2. Membanding-bandingkan satu anak dg saudaranya (kakaknya putih koq adiknya hitam, adiknya pintar tapi koq kakaknya nggak, dst)

Anak seusia Tika, kadang walau kelihatan diam, dia sering mencatat apa yang diucapkan orang kepadanya.

Kecemburuan itu juga tampak ketika kemarin ibu dan eyang uti ketawa saat dek Alya bisa sendawa. Tika kemudian lari mendekat dan bilang, “Tika bisa sendawa juga lho…” Aduuh, mendengar cerita itu saya jadi terharu. Anakku sudah mengenal rasa cemburu. Tika pernah juga komentar ke ibunya, kalau dia sayang dek Alya, tapi pengin agar adiknya dikembalikan lagi ke perut ibu. Patah hatiku mendengar katamu, nduk (T_T)

Tapi Tika juga sering memperlihatkan rasa kasih sayangnya kepada dek Alya. Di telpon dia cerita semangat ke saya, kalau dek Alya sudah bisa ini dan itu lho Pak. Saya sering bilang ke Tika, “Mbak, adeknya diajarin ini dan itu, ya…” atau “Mbak, dek Alya dibilangin makan yang banyak ya..biar cepat besar dan pintar kayak mbak Tika”. Saya berusaha mengajak Tika menyayang adek-nya. Kalau pulang ke Solo, saya juga lebih sering nguli-uli, meluk, nggendong Tika. Yah, supaya dia merasa kalau kasih sayang bapak-ibu ke dia, ke adiknya dan ke kakak-kakaknya yg sudah berpulang tuh nggak pernah berkurang (Tika…kalau entar Tika udah besar, baca baik-baik kalimat bapak ini yaa ! )

Ibu saya heran, dulu saya cuma selisih dua tahun dengan dik Budi (adik saya), tapi koq nggak kelihatan cemburu ya. Kata Ine, iya sih bu kalau cowok. Tapi kalau cewek, sangat sensitif, dan gampang kelihatan cemburu.

Nah, tadi siang Ine mengajak Tika ke Solo Square, sedangkan dek Alya dititipkan eyang uti. Setelah belanja keperluan rumah, Tika diajak lihat-lihat pameran mobil. Ada livina yg baru, dan …mm…entahlah, pokoknya banyak mobil yg menarik dipajang. Tau nggak, apa komentar Tika ? Kata Ine, Tika bilang “Bu, Tika kan udah punya sepeda, dan juga sepeda motor. Tinggal beli mobil ya bu.” Terus Tika milih-milih mobil mana yang “pengin dibelinya”. Hoaaa….aku sih yo pengin, tapi duit-te durung onok 😦 Beli mobil koq kayak beli plendhungan lho (plendhungan = balon).

Dunia Tika belum mengenal jarak, belum tahu kalau Solo-Jakarta itu sangat jauh. Tadi sore saya telpon ke Tika, dan cerita: pagi ini tadi bapak berenang, nduk. Wah…ternyata saya salah ! Tika langsung protes, lhooo…Tika koq nggak diajak sih…Tika pengin renang, paaak. Sambil mulai mewek (mau nangis itu lho). Maklum dia baru saja bangun tidur, dan saat bangun dia badmood. Saya coba ajak bicara di telpon agar dia berseri kembali, tapi karena salah topik, Tika jadi bete lagi. Wah, saya bingung. Akhirnya saya bilang kolamnya jelek (padahal di hotel Sari Pacific …hi hi), entar aja kalau di Solo kita berenang sama-sama ya. Pelampungnya ditiup dulu ya….entar Tika sama bapak pergi naik motor ke hotel Agas, terus kita berenang sama-sama yaaa. Untung deh, Tika bisa diajak beralih ke pembicaraan lain…pfff….. Ine ngritik, ngapain juga koq cerita ttg. berenang. Tika tuh belum tahu kalau Jakarta Solo itu jauh. Jadi mendengar saya cerita berenang, dia protes, dan pengin langsung dijemput bapak untuk berenang di Agas-Solo…hahahaha. Kasimaan..eh kasihaan.

Dunia Tika juga sering kangen dengan bapaknya. Tika sering bilang, bapak koq nggak pulang-pulang siih. Entar Tika jemput ya…Tika, ibu dan dek Alya naik taksi menjemput bapak biar pulang….hik hik hik…sediiih 😦 Guuuuu….(kata dik Alya yg juga kangen dg bapak)

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s