Catatan perjalanan ke ITS

Jumat dini hari pk.04.00 pagi, bus yg saya tumpangi masuk ke Solo dari Jaten. Tak lama kemudian, masuk ke terminal Tirtonadi. Dari terminal saya naik taksi ke rumah. Menjelang subuh, alhamdulillah akhirnya kumpul lagi dg keluarga. Sebelum tidur subuh (?), saya sempatkan menuliskan dulu sebagian catatan perjalanan kemarin.

Tgl.17 Juli saya diundang hadir di jurusan elektro ITS, menjadi salah satu reviewer ujian kualifikasi thesis doktoral mas Surya Sumpeno. Saya berangkat dari Jakarta tgl.16 malam, pakai kereta Argo Bromo Anggrek 2 jadwal keberangkatan 21.30. Sekitar pk.20.30 saya berangkat dari kantor hari Rabu (16 Juli 2008 ) berojek ke Gambir. Tiba di Gambir, petugas memberitahu kalau kereta Argo Bromo Anggrek akan berangkat terlambat, sekitar pk.24, karena ada kereta anjlog (Note: dari berita di mass media, diketahui kalau kereta yg anjlog adalah Argo Jati, posisi anjlog di St.Tanjung rasa, sekitar pk.16.27)  Alamaak…. Yo wis, sambil minum teh di Dunkin Donuts, saya coba telpon ke Emerald Travel menanyakan kalau-kalau ada seat kosong flight tgl.17 pagi. Saya harus tiba di ITS tgl.17 pagi, karena jadwal sidang mas Surya mulai pk.13.00. Tapi rupanya Dewi Fortuna (weleh-weleh) tidak bersama saya, karena semua full. Ya udah, akhirnya dengan mengucap bismillah saya naik ke atas, setia menunggu kereta datang.

Sampai di atas pengumuman dari petugas juga berubah-ubah. Awalnya diumumkan “kereta secepat-cepatnya akan diberangkatkan pk.22.” Wah, berarti mungkin nggak terlalu lama terlambatnya. Tapi lama tak ada kabar berita. Kereta Argo lawu yang mestinya berangkat pk.20 juga masih berhenti. Kereta yg anjlog tengah diangkat, begitu katanya, sehinggga kereta mungkin baru diberangkatkan pk.24.

Tak-tik-tuk…jam menunjukkan pk.23.42. Belum ada perubahan yg berarti, sedangkan tanggal udah mau berubah. Kereta Argo Bromo masih belum sampai di Jakarta, karena tertahan belum bisa melewati daerah dimana kereta anjlog (St.Tanjung Rasa, Subang). Ada pengumuman lagi, kalau kereta baru bisa lewat daerah anjlog tsb. pk.24, dan kecepatannya rendah (5 km/jam ). Wah, bakalan antri dong keretanya. Saya sudah kontak terus dg mas Surya mengabarkan perkembangan terakhir. Kalau pk.24 baru bisa lewat daerah tsb., berarti sampai di Jakarta 1 jam kemudian, alias dini hari. Berarti sampai di Surabaya malam hari ….woaaa….(^^;

Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan. Saya terkantuk-kantuk duduk di tangga, kadang berbaring berbantalkan tas. Tidur juga nggak berani, khawatir ketinggalan kereta. Di sana-sini orang-orang duduk bergelimpangan seadanya. Di atas saya ada yg merokok….waduh, langsung saya pindah ke agak bawah, karena nggak tahan. Ada juga anak-anak yang tidur lantai, dengan kepala terletak di pangkuan ibunya, ada juga ibu hamil mondar-mandir. Kasihan mereka.

Berjam-jam kemudian, akhirnya kereta Argo tiba di Gambir. Saya masuk, dan segera bersandar, istirahat agar pulih kembali. Jam menunjukkan pk.03.26 pagi, saat kereta beringsut berangkat dari Gambir.

Dalam perjalanan itu kereta juga tidak dapat berlari kencang seperti biasa. Sering berhenti, jalan pelan, lari, berhenti lagi, dst. Sepertinya jadwal kereta kacau semua, sehingga perjalanan jadi tidak lancar. Saya jadi gelisah, apalagi suasana dalam gerbong tidak senyaman yang diharapkan. AC sepertinya bermasalah, sehingga dalam gerbong saya (gerbong 2) udara agak hangat, dan badan jadi berkeringat. Duuuh, badan pun bau, mulut pun bau, 😦 TV dalam gerbong pun yang di bagian depan tidak menyala. Lengkap sudah ceritanya. Saya kelaparan dan pesan makanan ke restorasi. Tinggal mie saja yang tersisa. Ya wis, mie satu pak, tolong diantar ke kursi saya di gerbong 2 no.7D. Saya kembali ke kursi dan menunggu. Alhamdulillah mienya diantar, tetapi sendoknya lupa. Wah gimana sih, koq kayaknya serba sial. Petugasnya balik ke dapur katanya maungambilin sendok. Tapi lama tak kunjung datang, ya udah akhirnya saya makan pakai tangan. Pk.14.45 ada hidangan dari kereta, yaitu Pop Mie. Sebenarnya saya enggan makan, karena MSG nya itu lho….bikin kepala pusing. Tapi karena kelaparan akhirnya saya makan juga. Bismillah. Semoga nggak bikin masalah di belakang hari. Pk.17.00 alhamdulillah, saya tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya, dan telpon ke mas Surya.

Mas Surya datang dan saya bersama beliau ke ITS. Di ITS, saya bertemu dg penguji yg lain, yaitu Prof.Hery Mauridhi, Dr.Rivai, Dr.Titon, Dr.Hariadi. Saya minta maaf, karena keterlambatan saya, sidang yg semula dijadwalkan pk.13.00 diundur menjadi 19.30. Dan sidang pun dimulai. Sebelum sidang saya mendapat penjelasan dari Prof.Hery mengenai sistem pendidikan S3 di ITS, yang sedikit berbeda dengan di Jepang. Di ITS, kandidat doktor harus mengikuti beberapa matakuliah, yang makan waktu sekitar 1 tahun. Setelah menyelesaikannya, ybs. mengajukan proposal riset penelitian yang menjelaskan juga preliminary studies yang telah dilakukan. Inilah yang disebut tahap pra-thesis. Jika disetujui, maka ybs. meneruskan risetnya. Tim pemantau kemajuan akan menguji kemajuan yg dicapai kandidat tsb. sejak pra-thesis hingga saat akan lulus ujian doktor. Syarat lulus S3 di ITS, adalah 2 jurnal nasional terakreditasi, atau 1 jurnal internasional. Perbedaannya dengan di tempat saya dulu, saat S3 sudah tidak ada lagi matakuliah yang harus diambil, dan waktu selama 3 tahun dihabiskan untuk riset semua. Ujian pra-thesis di tempat saya juga tidak ada.

Sekitar dua jam kemudian ujian selesai, dan saya langsung berpamitan kembali ke Solo. Sebenarnya saya sudah punya tiket pulang ke Solo, tetapi sudah terlanjur hangus karena jam keberangkatan 18.00 dari St.Gubeng. Saya diantar mas Surya ke terminal Purbaya Bungur Asih, mencari bus, satu-satunya alternatif yang memungkinkan saat tengah malam tsb. Alhamdulillah, akhirnya saya memperoleh bus juga yang menuju Magelang lewat Madiun-Solo-Jogja. Sekitar pk.23.19 bus berangkat, dan saya langsung terlelap. Di perjalanan sempat berhenti sekali makan malam. Saya lupa nama kotanya, tapi ingat menu yg saya pilih: rawon….he he he. Sekitar pk.4 pagi, bus masuk Solo dari Jaten dan berhenti di terminal Tirtonadi. Dari situ saya naik taksi ke rumah. Alhamdulillah Jumat dinihari sudah bisa berkumpul lagi dengan anak-anak dan istri.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di trip report. Tandai permalink.

2 Balasan ke Catatan perjalanan ke ITS

  1. budi berkata:

    namanya perjuangan ya mas..semangat terus mas

  2. Ruli Zafrullah berkata:

    Mau tanya cara mendownload jurnal dari ITS gimana? kalu ada syarat untuk jadi account terlebih dahulu gimana?Terim kasih Yaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s