Bachelor thesis defense di Jepang dan di Indonesia

Sebenarnya judul di atas kurang tepat, karena “di Jepang” saya maksudkan terbatas pada yang saya alami saat tinggal di sana, dan “di Indonesia” terbatas pada pengalaman saya mengajar di SGU (Swiss German University, Serpong). Selain itu ulasan ini juga dibatasi pada jurusan teknik, utamanya teknik komputer. Tetapi kalau ditulis lengkap, judulnya bakalan panjaang dan gak menarik. Jadi biarlah judulnya seperti ini.

Di kampus saya (Nagoya Institute of Technology), presentasi siswa satu jurusan dilakukan secara serentak. Dalam satu hari ada puluhan atau ratusan siswa yang presentasi. Waktu yang dialokasikan untuk tiap siswa sangat singkat menurut ukuran Indonesia, yaitu sekitar 8 menit presentasi 2 menit tanya jawab. Ini menyebabkan siswa diharuskan berpandai-pandai menyusun slide dan berlatih presentasi, sehingga dalam 8 menit, pekerjaan selama 1 tahun itu bisa dipaparkan ke forum penguji. Delapan menit apakah cukup untuk presentasi ? Cukup ! Yaitu tunjukkan esensi-nya: latar belakang, metode, eksperimen dan kesimpulan. 10-15 slide sudah cukup. Yang membuat lama biasanya karena berputar-putar dalam pemilihan kata. Karena itu pilihan kata harus tepat, telak, dan mudah dicerna. Sulit, tapi di situlah seninya.

Sistem pengujian yang diselenggarakan di SGU (Swiss German University) agak berlainan. Waktu untuk mengerjakan tugas akhir relatif singkat, hanya 4 bulan dibandingkan dengan di Jepang yang lebih lama. (Di Jepang tugas akhir harus diselesaikan di 2 semester terakhir, sehingga total 1 tahun. Tetapi adakalanya sejak tk.III siswa sudah masuk ke lab. untuk mempelajari materi yang diperlukan dalam mengerjakan tugas akhir). Presentasi dan ujian di SGU dilakukan dengan bahasa Inggris sebagai pengantar. Hari ini dosen penguji ada 5 termasuk saya. Salah satu diantaranya adalah dosen penguji dihadirkan dari Jerman. Sidang dibuka oleh dosen pembimbing, siswa dipersilakan masuk dan memberikan presentasi selama 15 menit. Karena tidak ada timer, saya sekaligus merangkap sebagai timer. Menit ke-10 saya kasih kode dengan dentingan pulpen di gelas, dan menit ke-15 dua dentingan. Usai presentasi, 30 menit berikutnya adalah tanya jawab. Dosen pembimbing diminta untuk mengajukan pertanyaan pertama. Usai tanya jawab, 15 menit berikutnya dosen penguji merundingkan nilai yang diberikan kepada siswa. Saat itu siswa diminta keluar ruangan. Setelah selesai diskusi, siswa dipanggil masuk kembali dan diberitahu hasil ujiannya. Kalau “di Jepang”, alokasi waktu per anak sekitar 10 menit, “di Indonesia” jatah waktu tiap anak jauh lebih lama, yaitu sekitar 1 jam.

Sepintas ada perbedaan antara ujian di Jepang (NIT) dengan di Indonesia (SGU), yaitu lamanya waktu untuk tanya jawab. Hal ini karena kalau di Jepang, ujian yang sebenarnya adalah saat siswa presentasi kemajuan riset tiap minggu di hadapan sensei. Di situlah dia sebenarnya diuji dan dipantau, sehingga professor bisa menentukan apakah siswa itu sudah layak lulus atau belum. Kalau belum layak lulus, dia tidak akan diperkenankan menulis thesis maupun mengikuti ujian.

Berikut adalah tips yang saya sampaikan ke siswa saya di SGU sebagai persiapan menghadapi thesis defense

  1. Sekompleks apapun riset yang dilakukan, saat presentasi harus pandai meramu, membuat cerita yang bisa difahami oleh pendengar. Tidak perlu diperlihatkan semua eksperimen yang dilakukan, tetapi pilihlah yang representatif, yang bisa dibuat menjadi cerita menarik. Dalam bahasa Jepang sering dinasehatkan “Ki wo misenakute, mori wo miseru”. Cukup kalau anda ceritakan rimba-nya, tidak perlu cerita sampai pohon per pohon.
  2. KISS (Keep it Short & Simple) !!!! Anda harus menyajikan riset yang dilakukan dengan bahasa sederhana dan mudah difahami orang lain, tetapi tetap harus memberikan kesan bahwa anda mengerjakan (bagian dari) suatu pekerjaan besar, sesuatu yang sangat kompleks dan high level !
  3. Percaya diri sangat penting. Saat masuk ke ruangan, jika anda merasa keder, berarti anda sudah kalah 50%. Tidak ada cara lain meningkatkan ke-pede-an anda, dengan mempersiapkan segala sesuatunya sebaik-baiknya, cukup berlatih, perfeksionis dalam menyiapkan slide presentasi, dan percaya bahwa hanya anda satu-satunya yang mengetahui detail pekerjaan yang dilakukan.
  4. Penting memberikan kesan yang baik kepada para penguji. Kemarin saya minta ke siswa yang saya bimbing, agar dia mem-print slide yang dipresentasikan, dan dibagikan kepada para penguji. Ini akan memberikan kesan baik kepada penguji (dan itu penting !), bahwa anda siap menjelaskan materi maupun menerima pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
  5. Usahakan riset anda dikemas dalam paper dan dikirim ke conference atau jurnal. Setelah itu tampilkan pada slide terakhir, misalnya: “part of this study is submitted to International Conference on …. (status : under review)”. Ini menunjukkan keseriusan anda, bahwa riset yang dilakukan tidak sekedar buat memenuhi syarat kelulusan saja, tapi ada niat untuk memberikan kontribusi pada komunitas iptek
  6. Satu hal yang penting dilakukan, pada bagian akhir presentasi, tulis kembali rangkuman achievements atau academic contributions dari riset yang dilakukan. Adakalanya jury berasal dari orang yang bidangnya berlainan, dan tidak dapat memahami masalah teknis yang dipaparkan. Biasanya hal pertama yang dia tanyakan adalah : apa kontribusi akademis dari riset yang anda lakukan ? Untuk menjawab pertanyaan itulah, perlu ditampilkan di slide terakhir rangkuman kontribusi akademis yang diberikan.
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di kuliah. Tandai permalink.

5 Balasan ke Bachelor thesis defense di Jepang dan di Indonesia

  1. Ainin berkata:

    Dear Dr. Anto,
    Kami berterima kasih sekali dengan tulisan Anda yang mengingatkan kami untuk menjelaskan hal tsb ke mahasiswa tingkat akhir kami. Kami tunggu artikel berguna lainnya.

  2. satya sembiring berkata:

    jadi semangat lagi kalo ada cerita cerita seperti ini
    benar benar menarik

  3. Ping balik: Bahasa Indonesia « my weblog

  4. bocahbancar berkata:

    Jepang…..????Kapan bisa ke sana ya????
    Pak kulo kan tiang ndeso tapi kok kepingin banget saget budhal teng Jepang mriko. Sekarang saya baru masuk awal kuliah di STKS Bandung, moga aja di tengah kuliah nanti bisa dapat beasiswa buat pergi ke Jepang Amiiinnn..
    Salam kenal Pak Anto.

  5. Windu Purnomo berkata:

    Terimakasih pak, atas nasihatnya. Jadi semangat lagi untuk melakukan yang terbaik, untuk mengalokasikan waktu lebih banyak, untuk lebih serius mengerjakan tugas akhir :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s