Gantian Tika yang sakit

Alya alhamdulillah sudah boleh keluar RS hari Rabu yll. Ternyata Alya terkena ISK. Mungkin terjadi karena Alya memakai diapers, dan kami kurang cepat dalam mengganti diapers saat udah penuh. Dari situ mungkin awalnya terkena penyakit tsb. Sabtu pagi ini Alya harus cek darah dan urine lagi untuk mengkonfirmasikan bahwa dia benar-benar sudah sembuh. Kalau melihat polah tingkahnya sih, rasanya sudah 100% sehat.

Tetapi sekarang gantian Tika yang sakit. Kamis siang Tika muntah-muntah, cukup banyak dan berulang kali. Kami khawatir, dan konsultasi ke T’Rusma. Saran dokter, untuk penanganan sementara,  Tika diberikan Diazinc dan untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar,  diberikan Throlit (boleh juga Pharolit) dilarutkan air 200cc, diminumkan seharti satu kali satu sacchet. Kalau muntah lebih 2x, dibuatkan 2x. Selain itu diberikan Vometa sirup 3 kali 1 sendok takar (atau apa saja yang mengandung domperidoneI). Obat terakhir ini untuk mengatasi rasa mual, dan diminum 30 menit sebelum makan.

Jumat pagi kami ke RS memeriksakan Tika. Saya dan dokter sempat kesulitan berjuang memeriksa dinding kerongkongan Tika, karena Tika melawan 🙂  Akhirnya, dari dinding itu terlihat bintik2 putih, yang menurut dokter adalah indikasi kalau penyebabnya adalah bakteri. Mungkin saja selama menginap di RS kemarin, Tika ketularan bakteri entah darimana, karena memang RS bukan tempat yang baik untuk anak-anak. Oleh tante Rusma kemudian dianjurkan agar meneruskan obat di atas:  Throlit, Vometa dan Sanmol (penurun panas, kalau sudah lewat 38). Selain itu untuk membunuh bakterinya, diberikan amoxsan (antibiotik) 3 kali sehari, masing-masing 3/4 sendok teh. Sebelumnya saya membeli Perimperan sirup metoclopramide hcl 5 mg. Kata petugas apotik, obat itu bisa dipakai untuk mengatasi rasa mual. Tetapi akhirnya tidak saya pakai, karena untuk anak ternyata kurang baik. Efek samping ekstra piramidalnya, si anak bisa tengeng lehernya, atau kejang.Sedih rasanya kalau anak-anak sakit. Semoga saja bunga-bungaku ini cepat sembuh. Amin ya Allah.

Sabtu dini hari, saya terbangun, karena Ine ketakutan saat tidur ada kecoak nyelonong di tangannya. Agak geli juga, saya hibur dia.  Dik…lha wong kecoak kecil (untuk kategori kecoak, termasuk kecoak gede sih) gitu koq takut lho. Kalau kecoaknya segede dik Ine, baru boleh takut. 🙂

Sekarang ketiga bunga-ku sudah tidur nyenyak semua.

Aku merasa jadi ayah yang cemas
ketika menggendong anakku yang sakit dan lemas ke rumah sakit
Aku merasa menjadi ayah yang sayang anak
ketika terbangun di tengah malam dan menutupkan selimut untuk anak-anakku
Aku merasa menjadi pekerja malam yang cinta keluarga
ketika malam-malam lembur mengerjakan baito terjemahan untuk menutup biaya berobat
Aku merasa menjadi pahlawan keluarga
ketika masih dikantor tahu2 diminta pulang istriku untuk membuang kecoak yang menempel di almari baju
Aku merasa menjadi tukang ojek yang paling ganteng
Ketika memboncengkan ketiga bungaku naik sepeda motor (pengin beli mobil, tapi belum mampu sih..hehehe)
dan aku merasa menjadi kepala keluarga yang baik
ketika harus kembali ke ibukota mencari nafkah untuk hidup keluargaku
tetapi aku juga merasa pilu
ketika mau berangkat dipeluk Tika sambil merajuk “Paak…Tika masih kangen teruus sama bapak”

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

2 Balasan ke Gantian Tika yang sakit

  1. drg.dondy berkata:

    salut!!!!!!!! saya menemukan kebahagiaan sejati pada diri anda, walau didera hadangan yang malang melintang silih berganti..dont give up!!!!!terus berjuang pak..doa kami untuk anda !!!!allah mengerti keadaan hambanya dan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan umatnya. salut!!!!!!!

  2. Terima kasih & salam kenal mas Dondy. Saya sudah lihat blog-nya yang informatif & sangat membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s