Kemiripan OST “Tasbih Cinta” vs “Winter Sonata”

Suatu sore beberapa hari yll. saat saya masih di Solo, TV di rumah ortu saya sedang ada tayangan sinetron “Tasbih Cinta”. Saat OST-nya mengalun, saya jadi tersentak. Waaah…koq bagian refrein-nya mirip banget dengan Fuyu no sonata (“Winter Sonata”). Untuk yg nggak tahu, winter sonata itu sinetron Korea yang sangat ngetop beberapa tahun yll. Coba deh, dengarkan pada bagian refrein lagu “Menyesal”-nya Ressa Herlambang, pada bagian “Bila cinta tak lagi untukku, Bila hati tak lagi padaku, Mengapa harus dia yang merebut dirimu..”. Pada video di bawah, mulai dari detik ke-30 an. Itu mirip banget dengan refrein-nya “From Beginning to End”-nya Winter Sonata (mulai dari sekitar 1:20)

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

6 Balasan ke Kemiripan OST “Tasbih Cinta” vs “Winter Sonata”

  1. M. Sadly berkata:

    Filmnya sangat mengena dan menyentuh banget di hati. sudah seharusnya para artis dan aktor indonesia bermain / berakting seperti layaknya film WINTER SONATA. atau bahkan kalau perlu dari pengalaman pribadi. disamping itu jangan dilupakan terhadap pesan2 yang ingin disampaikan kepada masyawakat umum baik itu yang tersirat maupun tersuratnya terutama untuk kalangan muda ( remaja ). sudah tentu hal ini akan digemari oleh masyarakat luas…..

  2. sari berkata:

    Terusterang saya tidak mengikuti sinetron “tasbih cinta” krn dah ilfil duluan dengan judulnya, krn ada “ayat2 cinta” yang begtu suksesnya, lalu bermuncullanlah judul2 film or sinetron yang mengutip kata”cinta”. setelah saya mendengarkan musiknya memang benar-benar mirip banget, saya memang sering dengar lagu “menyesal” Ressa Herlambang n menyentuh banget, tak disangka-sangka ternyata lagu tersebut terinspirasi oleh lagu di “winter sonata”.

    Tidak heran memang banyak film or sinetron di indonesia yang terinspirasi oleh film dari luar (khususnya asia, seperti korea, cina, jepang) sebenarnya tidak masalah karena toh semata-mata hy tuk hiburan n ternyata ada pesan-pesan yang “dalem” tersirat dalam film tersebut n bisa memajukan dunia perfilman di indonesia,….tapi jangan keseringan aja Qt menjiplak or memodifikasikan film dari negeri orang, kalo bisa sich film Negeri kitalah yang dijadikan inspirasi bwt negeri orang. okeh?!

  3. hazuka berkata:

    winter sonata is the best.i like this drama and bae yong jun so handsome and choy ji woo is so beautifull.i want to watch this drama again.miss you winter sonata

  4. Cahya berkata:

    Memiripkan karya cipta rasanya tidak terlalu baik untuk bangsa kita 😀

    Kan udah AFTA, masa bersaing pun pakai mencontek ?

  5. Andi Suci berkata:

    gokiL,,,,,,,,,
    indonesia emank bisanya ikut2an aj…

  6. yuan berkata:

    kayaknya bangsa qt harus ubah imeg deh!

    masa harus jadi penjiplak, qt kan punya malu. kasian para penyanyi2 asal Indonesia yang kadang konser atau sekedar jalan2 di negara asal lagu yang dijiplak. kayaknya arti Indonesia, ng’k ada harganya lagi … malu2in deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s