Makan nasi dan garam di sinetron

Menulis sinetron lagi ah. Malam ini saya makan nasi dan kerak telor, oleh-oleh Bowo-kun. Sambil makan malam, saya melihat sekilas acting Marshanda dan Dude di salah satu sinetron. Saya tidak perhatikan ceritanya, tetapi kalau nggak salah mereka berperan sebagai suami istri yang miskin, sampai-sampai harus makan nasi dan garam. Dua orang ini sebenarnya aktingnya bagus, tapi saya lihat penampilan fisiknya janggal banget deh. Peran sebagai orang miskin, tetapi koq baju yang dipakai oleh Marshanda nampak bagus. Kombinasi warnanya juga cantik. Make up-nya nggak ada bedanya dengan penampilan orang yang terawat. Nggak matching banged, deh. Mestinya kalau berperan sbg orang miskin, make upnya juga harus kayak orang miskin. Baju juga jangan yang bagus-bagus. Pakai jilbab juga jangan yang mahal-mahal. Ironi banget kalau pakai baju bagus, tetap memakai rias wajah, tetapi makannya nasi garam.  

Pemain-pemain film tempo dulu seperti Neno Warisman, Christine Hakim, dll. seingat saya waktu main sinetron atau film, berusaha total menyesuaikan penampilan dengan tokoh yang diperankan. Kalau jadi orang miskin, ya dia survey dulu, jadi orang miskin itu seperti apa, penampilannya bagaimana. Mungkin karena latar belakangnya dari teater, shg beliau benar-benar berusaha menghayati apa yang diperankan.  Film Laskar Pelangi yg saya lihat beberapa bulan yg lalu rasanya akting dan penjiwaan tokohnya sangat bagus, sehingga saya bisa ikut menghayati rasanya jadi orang miskin itu seperti apa. Kapan ya, sinetron kita bisa meningkat mutunya ?

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Makan nasi dan garam di sinetron

  1. Muhamad Husen Ali berkata:

    iya pak, emang sinetron Indonesia lagi terpuruk. Kemarin-kemarin kan pernah heboh soal penjiplakan sinetron. saya ikut prihatin dengan kondisi duna persinetronan indonesia 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s