Demikian mahalkah senyummu ?

Saat ke supermarket, restoran pernahkah anda mengamati, setelah anda membayar tagihan, apakah kasirnya akan mengucapkan terima kasih dan tersenyum ? Entah kenapa, saya jarang sekali mendapatkan senyuman apalagi ucapan terima kasih. Kadang uang kembalian diletakkan begitu saja, tanpa sepatah kata pun yang terucap. Bahkan adakalanya mereka mengembalikan uang, sambil ngobrol dengan temannya, seolah kita dianggap nyamuk atau lalat lewat yang tidak perlu diperhatikan.

Ini sangat berlainan dengan suasana yang saya temui di supermarket, 100 yen shop,  maupun toko-toko kecil di Jepang. Walaupun barang yang dibeli cuma keripik 100 yen, mereka tetap mengucapkan “arigato gozaimashita”, kadang dengan senyum tersungging di bibirnya. Apakah hal ini terjadi karena selisih penghasilan kasir di Jepang dan di Indonesia ? Rasanya bukan deh. Baito di Jepang rate-nya sekitar 800-1000 yen per jam,  kira-kira setara dua piring nasi. Misalnya gaji kasir di Indonesia sekitar 1 juta per bulan, dengan asumsi dia kerja 31 hari, dan dalam 1 hari rata-rata 8 jam, maka gaji per jam-nya adalah Rp 4000,- atau kira-kira sepiring nasi. Selisihnya tidaklah terlalu jauh. Lagipula senyum bukanlah suatu aktifitas yang melelahkan.

Ataukah hidup ini sudah demikian menyedihkan, sehingga orang sudah tidak bergairah lagi untuk tersenyum ? Kata Nabi, senyum itu sedekah. Kata orang bijak, senyumlah anda, karena jika anda tersenyum dunia akan terasa lebar. Dalam salah satu penelitian psikologi ada hipotesa facial feedback, yang menjelaskan perubahan pada wajah akan menyebabkan seseorang mengalami perubahan emosi/kejiwaan.  Alangkah senangnya apabila kita masuk ke kantor, semua orang tersenyum kepada kita, kita masuk ke rumah makan semua orang tersenyum pada kita, membayar di kasir kita pun mendapat senyuman, dan tentunya kita pun tersenyum juga kepada mereka, membuat atmosfer kerja, atmosfer hidup menjadi indah dan menyenangkan. Senyum tidaklah mahal, tidak ada yang dirugikan, tidak pula melelahkan, bahkan mampu membuat wajah anda tampak makin muda. Mau ?

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado, Indonesiaku. Tandai permalink.

8 Balasan ke Demikian mahalkah senyummu ?

  1. khim berkata:

    di indomaret atau alfamart sekarang sudah macam di kombini begitu pak
    pas masuk disapa selamat pagi/siang/sore/malam, dan tidak lupa diakhiri ucapan terima kasih silahkan datang lagi

  2. ardi berkata:

    ada juga yang ramah mas Anto, walau memang secara umum masih tidak (spt yg ditulis di atas).
    saya termasuk orang yg suka memperhatikan hal2 ini pak 🙂 (TFS atas tulisannya). memang kadang dibutuhkan waktu juga kali ya untuk merubah mindset bahwa “konsumen adalah raja”. jika ini sudah terbentuk, tentunya produsen (entah restoran, supermarket, dll) tidak akan main2 dengan konsumennya.

  3. Didiet Priatmadji berkata:

    Selamat sore pak Anto, permisi ikutan.
    saya dulu pernah tinggal 5 thn di New Zealand (Selandia Baru). Yang saya rasakan mereka itu sangat ramah dan murah senyum, terutama yg tua2.. kalau kita di jalan tanya arah/alamat mk mrk akan menjelaskan dgn ramah. Mrk juga penuh sopan santun & ada juga basa-basi. Jauh beda dgn di kita yg katanya “orang Timur, ramah, sopan,” dsb..
    Tapi di brp tempat sekarang sdh agak berubah. coba ambil tiket tol di pintu Cibubur arah Jakarta, ada seorang wanita penjaga pintu tol (pakai kerudung) yang selalu tersenyum sangat ramah setiap memberikan kartu tol. Di pintu Cibubur ada bbrp petugas tiket tol (pria & wanita) yg suka senyum ramah. Di pintu TMII juga ada yg suka senyum ramah. Kalau hotel2 berbintang rasanya memang sdh menjadi “standard operating procedure”. Awal2 saya suka nginap di hotel berbintang rasanya seperti hidup di dunia lain, karena setiap pegawai hotel yang bertemu kita akan menyapa dgn ramah, baik front office, manager, roomboy, sampai petugas teknisi. Kemarin di kantor Polisi Purbalingga (kota kecil dekat Purwokerto), saya diterima dgn ramah & senyum oleh pak Polisi sewaktu saya tanya arah jalan potong ke Jakarta. begitulah…

  4. robby berkata:

    betul pak
    di jepang ramah2
    kita ga tau apa bahasa mereka
    langsung disapa dgn ramah + sambil membungkuk dikit
    salut gw
    haha…..

  5. pakde berkata:

    Kalo lagi suntuk kadang saya juga susah untuk tersenyum, saaat tersenyum di mekarkan terlihat juga aura senyumnya nggak tulus karena inner beautynya sedang down….\Kebanyakan tersenyum juga nggak bagus. nanti di kira orang aneh. Yang proporsional ajaaaaa. (Deal)??

  6. Audi berkata:

    Mungkin hanya perbedaan kebudaayan saja pak. Seperti ketika bapak sedang makan hoka-hoka bento dikereta api ada yang memberitahukan mengenai tidak ada label halal di makanan tersebut. Tapi menurut bapak malah dianggap itu tidak sopan. *kayaknya, sudah lupa2 ingat* hehe

    Menurut saya sendiri, berhubung belum pernah ke Jepang dan mendapat pelayanan seperti yang bapak alami di Jepang, jadi biasa saja dengan pelayanan di supermarket tersebut.

  7. sofyan berkata:

    kayaknya bapak ni mau pamar biar orang tau udah pernah ke jepang mudah kebaca pak trik nya he he he

  8. steve berkata:

    wah menarik ak jadi cepet2 pingin kerja di jepang >.< soalnya ak suka senyum ^^ apalagi kelihatanya menyenangkan kalo menurutku perihutanya salah 1 jt disini gak ada apa2nya dibanding 800-1000 yen soalnya klo dihitung2 (numpang sama saudara) jadi biaya yang dikeluarkan akan kecil :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s