Diantar dengan lambaian Tika

Senin sore yll. saya kembali ke Jakarta, berangkat dari stasiun Solo Balapan. Kali ini saya sengaja mengajak Tika masuk ke peron, dan menunggu sampai kereta berangkat. Sore itu saya naik kereta Senja Utama (kereta bisnis). Lima menit seblum kereta diberangkatkan, saya masuk ke gerbong. Sambil mengatur tas bawaan, sesekali saya melihat ke luar gerbong. Tika dan emaknya melambai-lambaikan tangan. Awalnya Tika biasa saja melambaikan tangan, tetapi lambat laun, wajahnya berubah. Wajahnya menjadi muram, dan matanya berkaca-kaca. Kata Ine, Tika mulai menangis sambil melambai-lambaikan tangan, mengantar bapaknya berangkat. “Dadaag bapaak“….Tepat pk.18, kereta mulai bergerak.

Lewat telpon, saya tanya ke Ine. Menurut Ine, Tika awalnya biasa saja. Tetapi setelah melambaikan tangan, matanya basah. Rupanya anak usia 4 tahun sudah mulai bisa terharu juga. Ditanya Ine: “Tika tadi menangis ya ? Kenapa koq menangis ?” Tika: “Iya… Tika sedih. Tika masih kangen sama bapak. Bapak koq pergi lagi.” Katanya juga, “Wah, Tika kok jadi ibu-ibu“. Dijawab Ine, “Jadi ibu-ibunya masih lama banget. Sekarang sekolah yang pinter, punya kerja dulu….

Tika pengin bekerja di sini saja bu. Di Jakartanya bapak (maksudnya bekerja di stasiun SoloBalapan), agar bisa lihat dan ketemu bapak“. Duuuh…hatiku remuk redam.

Rabu sore, saya telpon ke Ine. Kata Ine, Tika berulangkali bilang “Tika sedih, bapak kok kerja lagi, padahal Tika kan masih kangen. Duuuh… ini mata kok basah lagi” (T_T)

Barangkali lain waktu, lebih baik Tika tidak saya ajak masuk ke peron dan melambaikan tangan yah. Melambaikan tangan, membuat hati tergores oleh rasa perpisahan, dan itu menimbulkan duka.

I love you tons !

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Diantar dengan lambaian Tika

  1. tanikads berkata:

    Jelas sedih pak…
    Saya inget waktu kecil kalau ayah saya berangkat ke luar kota atau LN, kadang dadahnya sampai ngelamun “ih.. kalo gak ketemu lagi gimana?”, papanya gak pulang etc.. etc… Yah, kayak Tika itu, jadi sediih.
    Apalagi Bapak, pulang senang2 sama anak, trus bapaknya gak keliatan lagi sama Tika misalnya 2 minggu, ketemu lagi senang2 lagi, trus gak keliatan lagi, amplitudo nya lebar pak… 😦

    Kok saya jadi ikut tersentuh yaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s