Update kabar Tika-Alya

  1. Tika dan Alya nggak mau ngomong dengan saya di telpon. Mungkin itu bentuk protes mereka, karena bapaknya lebih dari seminggu belum pulang ke rumah. Ine tanya ke Tika “kenapa koq nggak mau ngobrol sama bapak ?” Jawab Tika: “Tika masih liat TV (ini kayaknya alasan saja sih)….Tika pengin diantar bapak ke sekolah”. Waduh, nduk….kasihan bener yah. Kalau dik Alya waktu dikasih HP, dia nggak mau ngomong. Pernah bilang “mooh”  (^^;   Alya waktu tidur sempat bilang “abak…abak” (abak = bapak ?)
  2. Sore ini Tika ke RS, diantar ibu dan adiknya. Di kulit dekat kelopak mata (yang bawah) ada jerawat yang cukup besar. Awalnya seperti orang yang kecapekan baca, tapi lama-lama kelihatan kalau kayak kutil.  Awalnya oleh dokter lain dibilang kalau fasenya sudah terlambat, sehingga perlu dioperasi, diambil jerawatnya. Tetapi karena masih kecil, jadi menunggu sampai besar. Kemudian Tika diajak ke dokter lain, dan diberi antibiotik agar jerawat itu matang. Seminggu sesudahnya, yaitu sore ini, jerawat itu diperiksa lagi. Dokter menyatakan kalau nanti kutil itu akan mengeras dan bisa diambil dengan cara dipencet…waduuh :O  Dokter kemudian memberi obat lagi antibiotik yang lebih kuat agar jerawat itu “matang” 
  3. Di RS, Alya sangat “ramah” ke siapa saja. Semua diajak senyum. Ada seorang bapak yang sedang telpon, dipegang pantatnya …huss..nggak sopan itu nduk !   Ada seorang anak kecil yang digoda Alya, sampai nangis. Ine jadi malu. 🙂  Saya jadi bingung juga. Alya yg baru berumur 1 tahun lebih sedikit gimana koq bisa menggoda anak lain sampai nangis ? 😀
  4. Alya suka main mainan es krim, mirip kakaknya.

Update:

Malam-malam saya mendengarkan lagu-lagu Rimi Natsukawa. Pertama adalah Kanayo-kanayo. Aduh, lagu ini membawa saya ke lamunan. Andai Tika dan Alya sudah besar dan hidup di kota. Kemudian suatu saat mereka bosan, jenuh, kelak akan kembali ke kami, saya dan Ine yang hidup di desa. Kehangatan keluarga akan membuat mereka tidak patah harapan, dan dapat mengarungi hidup ini dengan senyum. Ah, lamunan yang indah.

Lagu kedua adalah Nada soso. Saat saya akses ke youtube, di sana ada puisi yang ditulis seorang ayah dalam bahasa Jepang. Saya terjemahkan di sini:

Untuk putriku tersayang,
Tidak terasa telah lewat satu bulan kita tinggal terpisah
Bagaimana kabarmu anakku ? Apakah engkau selalu gembira tiap hari ?
Sudahkah engkau makan nasi sampai kenyang ?
Sudah bisakah engkau berjalan ? Sudahkah engkau bisa bicara sayang ?
Papa bukan orang yang kuat hidup terpisah, jadi tidak mungkin rasanya tinggal terpisah denganmu.
Papa ingin juga tinggal  bersamamu, bersama2 melewatkan hari-hari kita
Tak terasa usiamu sudah hampir satu tahun
Pertama kali engkau akan mengalami musim sakura
Mungkinkah kita bisa bersama-sama menikmatinya ?

Waduh, mata saya basah membaca ungkapan sang ayah tsb. Mirip dengan apa yang saya rasakan saat ini.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

2 Balasan ke Update kabar Tika-Alya

  1. Aden Kejawen berkata:

    Salam kenal dan mampir ya………..tukeran link yukkk

  2. zunardi putra berkata:

    Assalaamualaikum,

    Salam kenal, Pak Anto.
    Kalau boleh saya saran,Pak, nampaknya Pak Anto akan kembali ke Solo dan memulai kehidupan baru sebagai ilmuwan daerah namun bervisi internasional. Selain itu biar lebih dekat dengan keluarga.
    Contohnya mungkin bisa mengajar atau membuat lembaga riset yang berbasis di Solo, misal mungkin bisa mengajar universitas di SOlo yang mau memberikan fasilitas riset. Saya dengar UMS solo di Pabelan sangat bagus prospeknya, dimana dosen-dosennya muda-muda dan bervisi global. Mereka antusias untuk meningkatkan keilmuwan dan riset, rajin cari beasiswa keluar negeri. Kalau Pak Anto masuk ke informatika atau elektro UMS saya yakin kontribusinya sangat besar.
    Kenalan saya Gunawan Ariyanto alumni UNSW juga ngajar di situ sekarang sedang S3 di UK. Dari sisi gaji lumayan Pak kalau di Solo.

    hee..heee….hee. Adalagi tuuh teman di jurusan lain di UMS bervisi kewirausahaan bahkan membuat perusahaan jasa di program studinya. Karena visinya tidak tergantung pada SPP mahasiswa pada 5 tahun ke depan katanya.

    Sukses, Pak Anto !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s