Mengajar Tika membaca

Kemarin waktu ke Gramedia, saya beli buku “Belajar Membaca” tulisan Nur Khoiriyah. Saya lihat bukunya sepintas menarik dan mudah diikuti anak. Kemarin Ine mencoba mengajar Tika belajar mengeja ba-bi-bu-be-bo…sa-si-su-se-so, .. Tetapi kelihatannya Tika tidak tertarik dan keburu capek. Sama alasannya dengan kalau belajar berhitung, yang begitu masuk belasan, Tika langsung bilang “Bu…Tika ngantuk” hahahaha 🙂

Pagi ini saya mencoba mengajar Tika, tetapi bagian awal yang sifatnya mengeja dari kombinasi konsonan+vokal saya lewati. Saya coba langsung lompat ke bagian yang membentuk kata-kata. Misalnya “ba-ju”, “ba-ru”, “ba-tu”,
“ca-ri”, “ca-ci”, “co-ro”, dst. Tika kelihatan lebih berminat, karena kata-kata yang dibentuk sudah memiliki makna. Saya amati, ternyata Tika lebih berminat lagi belajar kalau tiap kata-kata diikuti dengan gerak badan yang lucu. Misalnya “ca-ri co-ro”, langsung saya gedubrakan pura-pura mencari coro. Tika terpingkal-pingkal ketawa, dan dia bersemangat meneruskan membaca yang lain.

Mengajarkan membaca tidak perlu di-drill seperti jaman dulu, tetapi disertai dengan gerak, lagu atau cerita, dan hal-hal yang menyenangkan anak. Dengan begitu, dia tidak merasa kalau telah diajak belajar membaca.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di edukasi anak. Tandai permalink.

4 Balasan ke Mengajar Tika membaca

  1. Digit Oktavianto berkata:

    Hehehe. Setuju sekali pak, pendidikan seperti itu sepertinya membuat anak semakin tertarik. Jadi nantinya ga usah di paksa lagi :D.

  2. rikardus berkata:

    pak selamat malam.. bagaimana dengan pendidikan anak di jepang ya apa sama seperti di indonesia ya ?

  3. TRIMANTO berkata:

    itu salah satu revolusi belajar. perlu direkam dan dikembangkan di Indonesia. masih cinta indonesia kan?

  4. REGNA berkata:

    TIPS YG BAGOES TUCH WAT IBU IBU YG SKA MRAH2 LW ANAKNYA GK MAO BLJR…
    NTAR AKH Q KSH TAU MAMAKE….
    BIAR GK MRH2 MLU…
    KN BRISIK…
    HE…

    MAKACIH YUA TIPSNYA….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s