Memilih Dosen Pembimbing di Jepang

Sekitar awal tahun 94, saat masih musim dingin. Waktu saya masih kuliah di electrical & computer engineering Nagoya Inst. of Technology, semester 6. Saat itu masa-masa kampanye tiap laboratorium, untuk merekrut mahasiswa masuk ke lab. mereka. Tiap professor menjelaskan kepada kami apa tema penelitian mereka, bagaimana cara mereka membimbing, dan kegiatan tahunan laboratorium. Seingat saya ada belasan sensei yang memberi penjelasan. Sesudah itu kami diberi kesempatan untuk “kengaku”, melihat-lihat dan mengunjungi tiap lab. untuk mengetahui secara langsung kegiatan mereka.

Saat itu saya berminat untuk bergabung ke lab. Prof.Iwata, karena berminat dengan penelitian di bidang neurocomputing. Dari para sempai, saya mendapat informasi bahwa lab. prof. Iwata hanya cocok bagi mereka yang suka belajar keras. Kalau pengin main-main jangan sekali-kali masuk lab. Iwata sensei. Bakalan sengsara…hehehe. Biasanya memang peringkat atas di antara kami berminat masuk ke Iwata Lab. Jadi persaingannya ketat.

Tibalah hari dimana kami mendaftar laboratorium yang diminati, dan prioritas kedua. Seingat saya dulu saya mendaftar peringkat pertama adalah lab. prof. Iwata, peringkat kedua lab. prof….aduh…lupa namanya, tapi associate prof-nya waktu itu Wada sensei yang terkenal “kejam” dan “seram”. Lab.prof.Iwata terkenal dengan riset2 neurocomputing, sedangkan lab. kedua dengan komputasi paralel.

Saat diumumkan, saya tidak berada di peringkat pertama. Padahal peminatnya cukup banyak. Seingat saya lebih dari 20 siswa. Mas Farid, sempai saya, menyarankan agar langsung minta ke Iwata sensei. “Jangan sampai kamu ditolak, To.” Karena kalau ditolak, kami harus memilih lab. lain yang mungkin research interest-nya tidak sesuai dengan minat kami. Akhirnya saya memberanikan diri datang ke lab. mencari Iwata sensei. Kebetulan beliau tidak ada, sehingga saya sampaikan ke sekretarisnya bahwa saya bermaksud menghadap sensei, menyampaikan keinginan saya agar diterima di lab. beliau. Setelah itu saya kembali ke apartemen.

Siang atau sore, telpon saya berdering. Waktu saya angkat, ternyata yang berbicara adalah Iwata sensei. Beliau mengkonfirmasikan maksud kedatangan saya. Saya sampaikan ke sensei bahwa saya mohon agar diterima jadi bimbingan beliau. Beliau kemudian tanya “Kamu yang selama ini kalau kuliah saya duduk di depan ya ?” Saya jawab iya. Memang selama kuliah saya selalu memilih tempat duduk terdepan, agar jelas membaca tulisan kanji yang urek-urek kayak cacing. Sebelah saya biasanya Shigeru Ishikawa san, di barisan kedua Hironao Sakai-kun (kami suka ngledek dia dengan panggilan Akemi chan, karena agak centil(, dan agak belakang Funahashi-kun serta Hori-kun. Ishikawa, Sakai dan Funabashi adalah rangking pertama, kedua dan ketiga di jurusan. Tapi kebetulan saya yang pertama selesai doktor di antara teman-teman karib tsb. Iwata sensei kemudian mengecek rangking saya dan kemudian berkata kalau posisi saya “aman”.

Akhir kata saya diterima di lab Iwata sensei, bareng dengan Ishikawa-san, Akemi-chan dan Funabashi-kun. Hori-kun masuk ke lab. Fujiawara sensei, karena katanya Fujiwara sensei menjanjikan kalau muridnya boleh nglakuin riset apa saja (dan ternyata tidak benar begitu, sehingga Hori ngomel-ngomel…hihihi).

Anggota lab. kami waktu itu cukup banyak. S1 sekitar 18 orang, S2 10 orang dan S3 ada 2 orang. Kalau makan siang kami sering bareng-bareng beramai-ramai ke kantin, sehingga rasanya meriah. Tiga teman saya : Ishikawa mengerjakan tema multimedia dibimbing oguri sensei, sedangkan big bos-nya tetap Prof.Iwata. Akemi chan dan saya mengerjakan neurocomputing dibawah Prof.Iwata langsung. Funabashi kun dibimbing Matsuo sensei di bidang Image processing.

Riset saya meneruskan thesis S3 yang baru saja lulus (Hotta san), yaitu kompresi ECG memakai neural network bertipe jam pasir (suna dokei gata). Oleh Iwata sensei diarahkan memakai TDNN (Time Delay Neural Network), tetapi akhirnya saya memakai Wavelet Transform untuk hal tsb.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

5 Balasan ke Memilih Dosen Pembimbing di Jepang

  1. Rudolf berkata:

    cerita2 Pak Anto, baik di dalam keihidupan sebagai akademia dan researcher atau sebagai ‘tukang kebun’, selalu ada ada caranya untuk menjadi sumber inspirasi dan motivasi saya, hahaha.
    Makan siang rame2 dengan kolega memamg berkesan dan membangun kebersamaan, hal yg sama saya rasakan ketika internship di Jerman. Sayangny di Toronto sini saya belum merasakan hal itu, di lab saya banyak yang bawa bekal sendiri…=D

  2. Bakharuddin berkata:

    Salam Kenal ..pak…kalau ada waktu mampir ke blog saya ya..pak … link blog bapak sudah dipasang di bloglist saya..terima kasih pak..

  3. handy berkata:

    Wah.. asyik ya Pak Anto..
    Jadi makin ngebet kuliah di jepang nih.. 🙂 (mupeng mode ON)

  4. hadi berkata:

    Alhamdulillah yah dapat pengalaman yang diidamkan, selamat. Tidak semua orang bisa mendapatkannaya.

  5. copiyan berkata:

    kpn q k Jpang ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s