5th SEACOOP Cooperation Forum on “ICT for Inclusion”

Hari ini (Rabu, 6 April 2011) saya dinas ke Phnom Penh, Cambodia. Ini adalah perjalanan dinas ke luar negeri pertama, semenjak saya kembali ke tanah air 2007 yll. Di seminar tersebut, saya menjadi salah satu pembicara di 5th SEACOOP Cooperation Forum on “ICT for Inclusion”, yaitu kolaborasi riset ICT antara ASEAN & Uni Eropa. Tahun ini mengambil topik “ICT for Inclusion”, yang kalau mengikuti
http://ec.europa.eu/information_society/activities/einclusion/index_en.htm dapat didefinisikan “no one is left behind” dalam merasakan berkah/manfaat dari ICT. Progress, manfaat ICT harus dirasakan oleh semua orang tanpa kecuali, baik lansia, difabel (penyandang cacat) dsb.

Saya diminta untuk mempresentasikan kegiatan riset teknologi bagi difabel (penyandang cacat) di Indonesia yg selama ini saya kerjakan. Agendanya ada di http://eurosoutheastasia-ict.org/2011/01/24/agenda-seacoop-cooperation-forum-on-ict-for-inclusion/ dimana saya menjadi pembicara ke-4 di sesi “Southeast Asian Developments in the area of ICT for Inclusion”. Sebenarnya saya ingin juga melaporkan perkembangan kegiatan sejenis di tanah air, tetapi memang sangat sedikit peneliti Indonesia yg berkecimpung di “lahan kering” seperti ini.

Sistem yg saya buat adalah gabungan teknologi Automated Speech Recognition(ASR), Optical Character Recognition(OCR), Text Summarization (TS), Text to Speech Synthesizer(TTS). Kalau sudah terwujud, para tuna netra kalau akan “membaca” surat kabar/novel cukup meletakkannya di atas scanner & kasih aba-aba “bacalah 40%”. Maka sistem akan membacakan 40% konten terpenting dari surat kabar/novel tsb. via voice. Tentunya prosentase ini variable yg boleh diubah.

Riset ini pernah mendapatkan pendanaan dari Dikti 2009, dan tahun yang lalu pengerjaannya dibantu salah seorang mahasiswa saya di SGU (Irfan Suwadi). Tahun ini tema tersebut dilanjutkan dikerjakan sebagai thesis S1 oleh Theresia Vania Tjahja (SGU), dan juga dibantu oleh Aziza Nur Azis (alumni Ilkom IPB) dan akan mendapat tambahan tenaga baru: Rose Maulidya (alumni IF-UAI). Murid-murid dan kolega saya inilah yang berkontribusi besar untuk mewujudkan impian ini. Bagaimana tidak ? Penelitian ini mengintegrasikan berbagai teknologi komputasi advanced: Automatic Speech Recognition, Optical Character Recognition, Text Summarization, Text to Speech Synthesizer yang full of beautiful math symbols. OCR saat ini kami kerjakan mulai dari scratch, sedangkan TTS masih memanfaatkan MBROLA (http://tcts.fpms.ac.be/synthesis/) dengan database Dr.Arry Akhmad Arman ITB, sedangkan Text Summarization masih memakai SiDoBI pak Bowo yang engine-nya memakai MEAD (http://www.summarization.com/mead/). Ke depannya kami akan membangun sendiri Text Summarization dan TTS, walau secara bertahap, karena tidak mudah mendapatkan orang yang bersedia bergulat dengan topik seperti ini. Apalagi saya bukan seorang professor di perguruan tinggi yang memiliki otoritas untuk mengembangkan satu bidang keilmuan, sehingga saya harus bergerilya dari satu kampus ke kampus yang lain mencari mahasiswa-mahasiswi talenta yang suka belajar dan mau bekerja keras untuk topik ini.

Sebelumnya penelitian ini pernah diliput juga oleh koran jakarta (1 dan 2 ). Publikasi ilmiahnya dapat dilihat dari:

A.S.Nugroho, I.Suwadi, V.Pragesjvara, R.Irbandini, O.Riandi, M.Gunawan, D.Handoko: TextReader: An Intelligent System for People with Visual Impairment, Proc. of International Conference on Advance Computer Science & Information System (ICACSIS) 2010, pp.393-396, Bali, Indonesia, 2010 (pdf)

Project ini kelak didistribusikan dengan lisensei GPL, bebas didownload, dicopy oleh siapa saja. Tidak ada rencana untuk saya patenkan, karena kasihan kepada saudara-saudara saya yang menyandang cacat kalau harus mengeluarkan biaya mahal untuk membeli sebuah piranti lunak seperti ini. Hal itu saya kemukakan juga saat menjadi panellist at Regional Conference on ASEAN and Disability, session:Accessible ICT/Assistive Devices and Media, 1 December 2010. Alhamdulillah penelitian ini disambut hangat oleh rekan-rekan penyandang cacat, dan mereka berharap agar dapat segera direalisasikan.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 5th SEACOOP Cooperation Forum on “ICT for Inclusion”

  1. Zalfany berkata:

    Pak Anto,

    Kalau berita yang ada di sini:
    http://googlemobile.blogspot.com/2011/03/word-of-mouth-introducing-voice-search.html
    “Introducing Voice Search for Indonesian, Malaysian and Latin American Spanish”

    Apa bisa dimanfaatkan untuk project ‘ICT for Inclusion’ di Indonesia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s