Catatan penulisan thesis

  1. Beberapa thesis di Indonesia saya baca di bagian akhir judul chapternya “Conclusion & Recommendation”. Saya tidak tahu, kenapa kata “recommendation” yang dipakai di thesis-thesis Indonesia. Saya periksa thesis-thesis di LN berbahasa Inggris (computer science), selalu memakai “future work”, bukan “recommendation”.
  2. Beberapa thesis juga mencantumkan source code program, untuk alasan yg tidak jelas (ada yg katanya untuk mempertebal thesis, which is meaningless). Thesis itu untuk dibaca dengan teliti, dan nggak akan ada orang membaca dengan khusyuk source code pada thesis (yg adakalanya bisa jadi ratusan halaman).  Kalau mau mendokumentasikan source code, bakarlah dalam CD-ROM dan sisipkan sbg supplement thesis. Kalau anda membuat algoritma baru, cukup batasi memakai pseudocode atau flowchart. Kecuali riset anda mengenai pembuatan bahasa pemrograman tertentu, anda tidak perlu mencantumkan source code atau syntax bahasa pemrograman yg anda pakai.
    1. “There is no need to submit source code listings as part of the Thesis; however, you should make the source code available to your supervisor/assessor (create a tar/zip of the source code tree and submit it as an attachment to the Thesis).”  (http://www.cse.unsw.edu.au/thesis/b/b-spec.html )
    2. “8. Don’t include your project source code Even though you may have spent a long time writing code for your project, and even though you may be very proud of the beautiful, efficient code you wrote, a description of, or a listing of, your source code does not belong in a thesis. It may, however, be appropriate to include a description of your implementation at a higher-level. Typically, a description like this would appear as a short paragraph in the Results or Implementation sections of your thesis. The idea is that this high-level description helps to define what you did or helps to explain your testing environment. ”  (http://www.cs.swarthmore.edu/~newhall/thesis_guide.html )
    3. Contoh-contoh thesis di negara berbahasa Inggris:
  3. Beberapa thesis yg saya baca mengapa memakai Glossary. Kalau thesis social science, saya bisa faham karena bisa jadi adalah istilah yang perlu penjelasan singkat. Mungkin karena kata-kata asing, serapan, atau istilah etnis yang perlu diterjemahkan. Tetapi kalau thesis bidang teknik, jelas aneh. Untuk memahami satu terminologi seperti misalnya “Naive Bayes”, “Structural Risk Minimization”, “messenger RNA”, tidak mungkin difahami dengan satu dua kalimat. Perlu berlembar-lembar untuk menjelaskannya. Thesis engineering & science ditulis dg asumsi bhw readernya org sebidang yg tahu basic-nya. Glossary dalam hal itu tidak akan banyak menolong.
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Catatan penulisan thesis

  1. surya berkata:

    Untuk “Conclusion & recommendation” saya kira itu translasi langsung dari “Kesimpulan dan Saran” (kok tidak jadi “conclusion and suggestion” ya? mungkin recommendation lebih keren), kombinasi yg umum di tesis/skripsi berbahasa Indonesia. Untuk “future work” terjemahan saya saat ini ada dua, “Kerja Lanjutan” atau “Kerja di Masa Depan”, terbersit pikiran adalah kata-kata “Rencana Pengembangan” (tetapi kalo dikembalikan lagi ke bahasa Inggris menjadi “future plan”).
    Saya setuju dg pak Anto kalo Glossary (ini terjemahannya kalo tidak salah adalah “Daftar istilah”) di tesis teknik tidak terlalu banyak menolong. Contoh-contoh pak Anto sudah jelas mengilustrasikan demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s