Kenangan Ibu dan Bapak: senyum ceria di rumah kecil kami

Ramadlan ini pertama kali kami sekeluarga melewatkannya tanpa bapak dan ibu, setelah mereka berdua mendahului kami menghadap Ilahi 1 Februari dan 1 Maret 2011 yll. Saya coba untuk membuat cuplikan kenangan mereka, saat kami masih kecil.

  1. Saat kami masih kecil, ibu kalau menidurkan kami, sambil mendendangkan tembang Jawa. Yang saya ingat waktu itu ada “jin setan kalawan gunung”. Syairnya baru saya temukan pagi ini, dan yang benar adalah “jin setan datan purun”. Ternyata adalah serat Dandang Gula “Ono kidung rumekso ing wengi, teguh ayu luputa ing lara, luputa bilai kabeh, jin setan datan purun, paneluhan tan ana wani, miwah panggawe ala, gunaning wong luput, geni atemahan tirta, maling adoh tan ana mgarah mring mami, guno duduk pan sirno.”
  2. Suatu saat bapak pernah memberi kejutan. Sekitar tahun 76, tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumah kami (saat itu bertempat di Badran Gang Kantil, nomer 269 (?) ).  Ibu tergopoh-gopoh keluar rumah dan menanyakan. Ada apa ? Kaget, nggak biasanya ada mobil masuk ke pekarangan kami. Ternyata petugasnya kemudian mengeluarkan sebuah TV hitam putih. Bapak memberi kejutan kepada kami, dengan diam-diam membelikan TV hitam putih yang saat itu masih termasuk barang mewah bagi kami sekeluarga. Berpuluh tahun kemudian, saya membalas beliau berdua dengan mengirimkan almari es.
  3. Bapak kalau dinas ke Jakarta, kadang saya diajak bermalam di hotel langganan beliau di Senen. Saat mau pulang, saya sering diselipi uang saku tambahan, padahal saya sudah bekerja.
  4. Kalau ada anggota keluarga yg berulang tahun, pagi-pagi habis Subuh bapak dan ibu menelpon, mengucapkan selamat pagi. Mungkin ini meneruskan kebiasaan Eyang Karto. Dulu kalau saya dan adik-adik ulang tahun, Eyang berdua naik becak dari Gondowijayan ke Badran, memberi hadiah, kadang anggrek yang beliau petik dari kebun sendiri. Kebiasaan kami di rumah, kalau ada yg ulang tahun, ibu selalu membuatkan air teh hangat dan roti tawar. Setelah doa bersama, kami makan bersama roti tawar dan teh hangat itu.
  5. Kebiasaan bapak dan ibu kalau mengantar putra-putri atau cucunya keluar rumah (sekolah, kembali ke rumah masing-masing, dsb) adalah mengantar sampai keluar pagar dan melambaikan tangan sampai anak-cucunya tidak kelihatan lagi. Ini juga meneruskan ajaran/kebiasaan eyang Karto.
  6. Waktu kami masih kecil, kalau saya dan dik Budi bertengkar, ibu marah dan mengancam…”wis, tak cekeli penthung siji-siji…kana penthung-penthungan” (udah…kalau masih juga bertengkar, ibu beri kalian pentungan. Sana pentung-pentungan sendiri…).

We miss you Dad & Mom……

Capture-2012091555537

Left to right: (i) Foto Ibu menggendong saya waktu masih berumur sekitar 1 tahun (1970an). (ii) Bergambar bersama Eyang Suryo. Saya dipangku bapak, dik Budi dipangku ibu. Karena dik Nunung belum ada, kemungkinan foto ini diambil sekitar tahun 1975.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di memory. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s