Sahur di Stasiun Tugu

Sejak minggu kemarin, saya naik kereta Senja Utama Yogyakarta saat pulang ke Solo. Kereta Senja Utama Yogya berangkat dari St.Senen pk 19.30, lebih awal 45 menit dibandingkan kereta Senja Utama Solo yg berangkat 20.15. Walau terpaut hanya 45 menit, tapi saya bisa tiba di Solo sekitar 06.30am dengan ganti kereta Prameks sesampai nya di St Tugu. Sedangkan kalau naik Senja Utama, biasanya sampai Solo pk.7.15 atau 7.30. Bagi saya, pk 7 menjadi batas psikologis, pagi atau siang. Kereta Senja Yogya sampai di St.Tugu sekitar pk 04.30. Bahkan pagi ini sampai Yogya, pk 04.15. Karena Subuh masih sekitar 15 menit, saya masih sempat menikmati sahur dengan gudeg jogja dan teh hangat di stasiun. Masih bisa sholat Subuh di Musholla Stasiun yg bersih. Perut kenyang, ibadah tenang :). Kalau naik Senja Utama Solo, saya harus sholat di dalam kereta, wudlu di WC yg sempit.

Kalau naik Senja Utama Yogya, sampai sekitar Wates selalu ada pengamen banci yang melagukan lagu sama “…ewer-ewer-ewer…” Begitu penggalan lagunya. Yah, anggap saja sebagai alarm, sudah sampai Wates. Harus siap-siap karena sekitar 10 menit lagi, perjalanan berakhir sampai Stasiun Tugu Yogyakarta.

Untuk meneruskan perjalanan ke Solo, cukup dengan Rp 10 ribu beli tiket Prameks (Prambanan Ekspres). Kereta Prameks pertama, berangkat pk 05.35. Dua perjalanan terakhir selalu kereta dengan warna ungu.

Yah, walaupun kenyamanannya jauh kalau dibandingkan dengan Moonlight Nagara yang dulu suka saya pakai untuk perjalanan malam Nagoya ke Tokyo, tetapi saya tidak perlu pusing cari tempat shalat di stasiun. Kalau di stasiun Tokyo, saya harus wudlu sembunyi2 di WC (agar tidak menaikkan kaki ke wastafel), mencari pojok yg tidak menyolok, mencari arah kiblat & menggelar tikar sajadah. Tetapi kalau di sini, musholla bersih sudah tersedia. Tiap perjalanan pasti ada kesan dan cerita masing-masing yah ?

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di living in Japan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sahur di Stasiun Tugu

  1. Asop berkata:

    Gimana, Mas? Indonesia tetap yang terbaik? :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s