Expertise & Publikasi

Expert bukan sekedar dilihat dr banyaknya publikasi, tapi juga dari pemahaman konten papernya. Pernah saya ketemu professor yg publikasi internationalnya banyak. Usai presentasi, saya kritisi konten-nya & sayangnya beliau tidak bisa menjawab. Mahasiswa-nyalah yg jagoan & beliau sekedar nebeng nama. Sulitkah mencari sensei yang benar-benar sensei di Indonesia ? Yang kompetensinya jelas, publikasinya konvergen, benar-benar mumpuni, tidak sekedar nebeng publikasi muridnya ?

Dalam penulisan paper, lazimnya first author diberikan kepada yang kontribusinya paling besar (Walau ada juga yang memakai urutan alphabetic, sebagaimana pernah saya tulis di https://asnugroho.wordpress.com/2010/04/17/jumlah-konvensi-urutan-author-sebuah-paper/). First authorlah yang melakukan eksperimen, dia juga yang harus menulis paper. Karena itu biasanya mahasiswa yang menjadi first author dari paper yang ditulisnya. Second author biasanya diberikan pada dosen yang paling intensif membimbing siswa tersebut (biasanya assisstant professor atau associate professor). Last author adalah professor terkenal yang memimpin laboratorium dimana mahasiswa dan assistant/associate professor itu berada. Tetapi di Jepang pun ada professor yang selalu minta jadi first author di paper yang ditulis muridnya. Salah satu alasannya, “kamu kan mau lulus ? Nanti kalau ada complain apa-apa, kan saya yang bertanggung jawab, jadi saya harus jadi first author”. Ini sebenarnya melanggar etika penulisan ilmiah. Kalau professor itu ingin jadi first author, setidaknya dialah yang harus menulis paper itu, bukan muridnya yang disuruh membuatkan makalah dan professornya menikmati KUM tinggi.

Saya jadi ingat, seorang sensei yang sangat saya hormati & idolakan (Prof.Junichiro Toriwaki). Walau sudah uzur, pensiun, & tidak coding lagi, tapi kalau ditanya detail risetnya, akan dijawab dg memuaskan. Yang saya ingat, beliau pernah berkata di kelas, lebih kurang sbb. “Saya mungkin tidak bisa membantu kalau kalian tanya tentang implementasi. Tetapi kalau latar belakang teorinya, mari saya temani berjam-jam sekalipun “.  Beliau adalah sensei yang benar-benar sensei, bukan sekedar mengejar KUM.  Ada juga cerita teman di Jepang, kalau senseinya masih rajin coding, bahkan sempat-sempatnya memeriksa codingan bimbingannya.  Saat ketemu Prof.Iping Supriana di sela-sela GemasTIK, saya lihat beliau sedang coding. Saya iseng-iseng tanya “Bapak masih coding aja nih”, dan dijawab beliau : “Iya, To. Kalau teknik-teknik standar, saya lepas ke anak-anak untuk implementasinya. Kalau yang sudah unik/spesifik, saya yang coding”. Saya sangat respek dengan professor seperti beliau. Insya Allah dan semoga banyak professor-professor yang benar-benar expert di Indonesia.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

2 Balasan ke Expertise & Publikasi

  1. pebbie berkata:

    “Supriana” Pak, tidak pakai ‘t’ 😀

  2. hihihi….sip sip. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s