Mahasiswa/i…..bacalah buku, bukan hanya slide

Saat saya masih mahasiswa, usai kuliah hari pertama saya berusaha mengejar prof, dan menanyakan buku teks atau buku pendamping yang dipakai sensei untuk mengajar kami. Adakalanya satu mata kuliah memerlukan lebih dari satu buku teks. Begitu nasehat Prof Fujiwara pada kami. Kata beliau, adakalanya satu buku sangat bagus membahas satu topik, tapi bagian lainnya kurang begitu bagus. Itu karena keahlian professor terbatas, sehingga yang bagus biasanya seputar yang beliau kuasai. Karena itu kalian perlu membaca buku-buku yang ditulis oleh pengarang yg lain. Karena kantong mhsw terbatas, beberapa buku hanya dapat kami pinjam dari perpustakaan, dicatat bagian yg penting. Dosen di masa lampau mengajar pakai slide OHP, atau menulis di papan tulis. Kalau pun beliau memakai power point, kami tidak ada yg berani meminta slide tsb, karena pemahaman kami, slide itu adl intellectual property beliau. Kami hanya mencatat dan selebihnya mencari sendiri dari text book atau reference di library.

Dewasa ini, mahasiswa sudah demikian dimanja oleh fasilitas berlebih. Slide mata kuliah mudah diperoleh dari profesor-nya. Youtube, e-book dsb begitu berlimpah. Yang harus diingat oleh mahasiswa adalah slide itu hanya memuat sebagian kecil saja dari ilmu yg disampaikan dosen. Dosen tidak mungkin mengcover semua bagian. Yang tertulis di slide adalah yang inti saja. Tidak cukup kalau upaya memahami suatu ilmu hanya bersumber dari slide saja.  Seharusnya mahasiswa berperan aktif mengembangkan sendiri dari berbagai teks book dan literatur yg lain. Membaca text book bagi mahasiswa adalah suatu keharusan. Kalaulah tidak mampu membeli, cari dan bacalah di perpustakaan. “Salinlah” bagian2 yang penting, yang diajarkan dosen.  Pada bagian yang dirasa menarik dan penting, carilah ke sumber aslinya yang biasanya berupa jurnal ilmiah 1). Begitu mestinya perjuangan seorang mahasiswa di perguruan tinggi dalam menuntut ilmu.
Catatan kaki:
1) Mencari jurnal di era sekarang sudah jauh lebih mudah dibanding dulu. Saat digital library, searching engine, format pdf belum dikenal dan belum sepopuler sekarang,  kami harus keluar masuk perpustakaan mencari sumber pustaka yang disebutkan dalam materi yang kami baca. Dari satu jurnal, kalau ada yang belum jelas, mengejar lagi dari materi yang dituliskan di bagian referensi. Demikian secara berantai, sehingga akhirnya diperoleh beberapa jurnal yang diperlukan untuk memahami satu bagian tertentu. Kemudian bagian tsb. dicopy di perpustakaan, dan dijilid rapi. Saat kami kembali ke Indonesia, koleksi jurnal itu menjadi salah satu harta yang berharga, yang untuk mencarinya memerlukan pengorbanan dan perjuangan. Searching engine kala saya masih mahasiswa di Jepang dulu, belum berkembang seperti sekarang. Untuk mencari jurnal dengan topik tertentu (misalnya dengan kata kunci “electrocardiogram compression”, saya harus ke perpustakaan, mendaftarkan diri untuk memakai NACSIS ( http://www.nii.ac.jp/ENEWS/NL15/1507.html ), dan mencari jurnal-jurnal yang berkaitan dengan tema tsb. Itu pun tidak akan mendapatkan full paper-nya melainkan sekedar abstract. Paper-paper yang sekiranya potensial untuk di baca, selanjutnya dipesan lewat perpustakaan untuk dicarikan lewat jaringan yang ada.  Pernah juga saya membawa kamera digital berukuran agak besar (tahun 2000-an) ke perpustakaan untuk mempotret beberapa halaman dari jurnal yang saya cari, yang kebetulan menampilkan citra berwarna.
Bandingkan dengan mahasiswa jaman sekarang yang cukup duduk di meja, di rumah pun boleh, akses ke google, citeseer atau sciencedirect, ketik keyword dan kemudian akan memperoleh ratusan atau ribuan jurnal yang berkaitan dengan topik itu. Ah…seandainya jaman dulu seenak sekarang ya…  🙂
Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di kuliah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s