Bapak sepertiga

senjaSolo Balapan, usai ambil air wudlu untuk sholat di kereta. Menjelang Maghrib, terdengar suara orang mengaji. Teringat belum berapa lama mencium anak istri, pamit ke Jakarta. “Bapak pulangnya hari Minggu ya Nduk, karena Sabtu mau ke Bandung”…. Ya Robbi, kutitipkan anak istri dalam penjagaan-Mu, dan limpahkanlah barokah dalam perjalananku mencari nafkah dan ilmu.

Dalam perjalanan saya teringat kenangan beberapa tahun yang lalu.  Tahun 2007. Saat awal-awal balik ke Indonesia, saat saya berangkat ke Jakarta biasanya mencari waktu di saat Tika tidur (Alya belum lahir). Kalau Tika masih bangun, pasti dia menangis dan menahan agar saya tidak berangkat kerja. Tapi akibatnya Tika jadi marah dan menangis tersedu-sedu saat bangun, karena merasa ditinggalkan bapak. Akhirnya, cara kedua kami jalankan. Saat berangkat ke stasiun, Tika ikut sampai peron agar bisa melambaikan tangan. Giliran peluit berbunyi dan saya naik ke kereta, dan kereta mulai berjalan, … Tika yang digendong ibunya, tidak mau melihat saya, tidak mau membalas lambaian tangan saya. Membelakangi saya dan meletakkan kepala di bahu ibunya. Rupanya dia menangis. Ternyata cara kedua ini lebih menyedihkan. Akhirnya cara berikutnya adalah pamit baik-baik di saat Tika bangun, dan Tika tidak perlu mengantar ke stasiun. Kalau ke stasiun, tidak perlu masuk ke peron agar tidak ada adegan sedih. Awalnya sulit, tapi lambat laun dia pun bisa menerima. Sekarang Tika dan Alya bisa mengantar kepergian saya ke Jakarta dengan senyum. Di sepanjang jalan saya memilih duduk di kursi tengah bersama mereka, sedangkan ibu pegang stir mobil. Sore ini saya ajak bercanda tentang kodok yang bikin kaget ibu, serta kambing yang makan ayam goreng. Alya Tika dan emak tertawa. Saya pun tertawa. Wajah ceria dan tawa mereka menyertai perjalanan saya, seorang bapak sepertiga. Sepertiga minggu saja yang bisa berperan sbg bapak dan suami, sedangkan sisanya sebagai PNS, dosen, dan teman bagi murid2nya.

Others:

https://asnugroho.wordpress.com/2009/09/01/patah-hati/

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bapak sepertiga

  1. za berkata:

    Keluarga gak ikut diboyong Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s