Satu hari hanya dua puluh empat jam

Satu hari hanya dua puluh empat jam. Kalau profesinya adalah scientist, pasti harus meluangkan waktu secara rutin untuk membaca jurnal, mengkritisi, merangkum, melakukan eksperimen, presentasi di seminar atau memenuhi undangan.

Ketika sekaligus menjadi dosen, maka sebagian waktu dialokasikan untuk mempersiapkan materi ajar, slide, mengajar, membuat soal ujian, mengkoreksi, ujian ulang, ujian lisan, membuat surat rekomendasi, membimbing skripsi, menguji siswa. Kalau mengajar lebih di satu tempat, tinggal copy-paste saja sejumlah perguruan tinggi yang diajar.

Dan jika mengajar itu adalah pekerjaan sampingan, sedangkan pekerjaan utama di BPPT, maka sebagian waktu harus dialokasikan untuk mengikuti rapat, menyelesaikan kegiatan, membuat technical notes, technical reports, technical documents, mengurus DUPAK, mengajukan nilai kredit, membuat SKI tiap bulan, melakukan self-assessment dan menyusun materi pendukungnya, sesekali dinas ke luar kota, atau luar negeri.

Apabila aktif di society, maka tugas tambahan seperti review paper, membantu penyelenggaraan seminar, mengelola komunitas, harus juga dialokasikan waktunya.

Terakhir,..apabila hidup terpaksa terpisah dengan keluarga (Jangan tanya “mengapa” ya..udah bosen menjawabnya). Maka sebagian waktu harus dialokasikan untuk berkomunikasi dengan anak istri, menempuh perjalanan 500km demi bertemu anak istri walau cuma sepertiga dari umur saja yang bisa dialokasikan, membuat planning kapan beli tiket kereta untuk pulang, mendownloadkan video cherry belle, mencarikan MP3 yang disukai anak-anak, menemani belajar lewat telpon, membuat cerita untuk anak-anak dan dibacakan lewat telpon menjelang mereka tidur. Tapi jika ketiduran habis Isya’, maka semua rencana itu batal dan siap-siap diomeli di pagi hari.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku, keluarga, renungan hidup, research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s