Pentingnya konsistensi dalam penamaan folder

Bagaimanakah membuat aturan penamaan file dan folder agar tetap bisa konsisten sampai 10 atau 20 tahun yad ? Itu salah satu masalah saya yang belum terpecahkan. Saya terfikir hal tersebut saat kemarin mengatur kembali file-file yang saya miliki di arsip, sejak th.97. Saya rasakan, ketidakkonsistenan dalam penamaan file dan folder sangat berpengaruh terhadap kemudahan akses file yang diinginkan. Padahal pekerjaan saya menuntut saya untuk mempertahankan data atau source code yang dibuat saat ini, agar tetap bisa diakses dan dipakai 10 atau 20 tahun kedepan.

Saat masih mahasiswa, saya biasanya memberikan nama pada folder sesuai dengan nama kegiatan: “class”, “research”, “mail”, dst. Di bawah folder “research”, saya membuat folder sesuai dengan teknik/algoritma yang dipakai. Misalnya “mlp” untuk source code multilayer perceptron trained by backprop, “Combnet” untuk model neuro yang kami pakai di laboratorium, “som” untuk source code self organizing map,  dst. Ini sangat sesuai saat itu, karena saya hanya mengerjakan satu tema penelitian, dan mencoba menyelesaikan dengan berbagai teknik. Ketika saya masuk jenjang doktoral, beberapa kali saya mengubah tema penelitian, sehingga folder pun makin banyak. Tetapi penamaan berdasarkan algoritma masih tetap valid. Untuk menyimpan berbagai hasil eksperimen yang dilakukan pada tema yang berbeda, saya mulai membuat folder dengan nama yang mencerminkan tema penelitian tsb. Ada bioinformatics, character recognition, dan beberapa tema yang kebetulan saya saat itu ikut terlibat membantu professor.

Tahun 2003, setelah lulus S3 dan mulai mengajar, saya mengubah style penamaan folder. Peraturan perlindungan privasi membuat saya ekstra hati-hati dalam membawa file ke laptop mapun ke rumah. Data-data seperti nilai siswa, nama siswa, file-file berkaitan dengan rapat jurusan, merupakan data yang tidak boleh bocor keluar. Karena itu saya tidak ingin membawa data-data tsb. keluar kantor. File-file seperti ini saya kumpulkan di bawah folder besar dengan nama “level1”. Kemudian saya buat juga “level2” untuk menyimpan file-file yang ingin saya bawa baik ke kampus maupun untuk belajar di rumah. Misalnya paper, ebooks, file presentasi, dsb. Terakhir adalah folder dengan nama “level3”, yang menyimpan data-data yang justru tidak boleh keluar dari rumah karena sifatnya pribadi. Misalnya foto-foto keluarga, data pengelolaan rumah tangga, dsb.  Jadi ada pergeseran tata cara penamaan/manajemen folder, dari yang berbasis teknik/algoritma pada saat masih students, menjadi berbasis tingkat pengamanan, saat saya sudah menjadi dosen.

Tahun 2007 saya kembali ke Indonesia. Saya akhirnya menambahkan satu level lagi, yaitu “level4” yang berisi semua file-file yang saya buat setelah sampai di Indonesia. Ini semata-mata demi kemudahan saja. Karena saya tidak sempat lagi untuk mengatur penempatan dan penamaan ribuan file/folder agar sesuai dengan kebutuhan saya di Indonesia. Sampai sekarang kalau saya bekerja, semua file selalu saya taruh di bawah folder besar “level4”. Sampai di sini masih tidak ada masalah. Yang rumit adalah penamaan file/folder di bawahnya. Awalnya saya masih memakai kebiasaan di Jepang, yaitu membuat nama folder berdasarkan teknik yang dipakai. Tetapi pekerjaan saya di Indonesia ternyata sangat beda karakternya dengan pekerjaan saya sebagai dosen di Jepang dulu. Di BPPT, saya terlibat dalam beberapa project yang tidak selamanya memanfaatkan algoritma/teknik yang sama. Seringkali memakai teknik/agoritma yang berbeda, satu sama lain. Dengan pertimbangan tsb. akhirnya saya membuat folder berdasarkan nama kegiatan/project. Sedangkan file yang berkaitan dengan kegiatan di kampus, saya taruh di bawah folder “lecture”, satu level di bawah folder “level4”. Selevel dengannya saya buat satu folder “riset”. Baru kemudian di bawah folder “riset” saya membuat foler “ektp” untuk menyimpan file berkaitan dengan litbang project ektp di BPPT, folder “malaria” untuk kegiatan riset computer aided diagnosis untuk identifikasi status Malaria, dsb. Sampai di sini timbul masalah baru: untuk kegiatan multi-years, bagaimana cara mengatur foldernya ? Saat ini di bawah folder kegiatan, saya buat folder berdasarkan tahun. Misalnya di bawah folder “ektp”, saya buat folder  2012, 2013. Kalau tidak dibuat pengaturan seperti ini, maka di bawah folder “ektp” akan terdapat ratusan folder yang kemudian akan membuat saya susah mengaksesnya. Untuk penamaan file, saya memakai style yyyymmdd dan diikuti dengan nama file. Selain folder yang berdasarkan kegiatan, saya buat juga folder “presentasi”, “publikasi”, yang mengumpulkan output berupa slide presentasi maupun paper/publikasi dari kegiatan-kegiatan tsb.

Ah, makin lama koq makin ruwet ya. Tapi setidaknya dengan cara seperti ini, saya bisa mudah menemukan file email-email lama dan ketemu email 14 tahun yang lalu yang membuat saya serasa muda kembali 😀

From: “Erine Meita Puspitasari Waseso” <markonah00@yahoo.com>
To: <anto@mars.elcom.nitech.ac.jp>
Date: Wed, 20 Oct 1999 23:19:24 -0700 (PDT)
Calon Belahan Jiwaku sayang…
Selamat berulang tahun. Semoga Tuhan, kesuksesan, keluarga, teman, selalu menyertai mas. Maaf ya Mas, aku nggak bisa ngasih apa-apa (Abis…
ngasih borupen aja nggak pernah dipakai.. hi..hi.. becanda lho!).

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di internet, keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s