Naik kereta malam : antara di Indonesia vs di Jepang

Saat masih tinggal di Nagoya, kalau dinas ke Tokyo, saya lebih suka naik kereta “donko”, yg berhenti tiap stasiun. Ingin menikmati suasana kereta malam di Jepang. Kalau shinkansen cuma 1 jam 50 menit, gak bisa menikmati pemandangan di luar. Biasanya saya berangkat tengah malam, dari stasiun Chikusa ke Kanayama. Di sana ganti platform, ke arah Tokyo. Sekitar pk 23.50 an kereta berhenti dan saya naik. Nah… Begitu sampai stasiun Tokyo, biasanya sekitar 4.30am. Saya turun dan cari-cari toilet untuk wudlu. Kemudian cari pojok yang tidak menyolok, nyempil, untuk sholat Subuh. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan, naik Yamanote. Muter-muter Tokyo sampai jam 6, baru turun entah di Shibuya atau di mana saja, yang ada warung-nya.

Di Indonesia, pola hidup saya mirip-mirip juga. Jam 4 pagi kereta lewat st.Bekasi. Biasanya saat itu petugas narikin kembali bantal dan selimut sewaan, sekalian membangunkan penumpang. Saya biasanya ambil wudlu saat itu, agar sesampai di St.Senen gak perlu antre wudlu. Pk 4.30 sampai st Senen, saya masuk ke musholla, menunggu adzan Subuh. Nikmat-nya kalau di Indonesia, sholat jauh lebih mudah. Banyak musholla di sana-sini. Biasanya yg jadi imam tidak pakai doa Qunut, padahal saya biasa ber Qunut. Kadang saya mikir, perlukah saya tambah dua kali sujud sbg pengganti Qunut ya ? Entah…saya juga tidak faham fiqh-nya bagaimana.
Tadi pagi saya dapat tukang ojek yg ramah dan tidak jaim. Dia minta 25, tapi akhirnya mau dg 20 ribu, untuk ngantar ke St.Tanah Abang. Rupanya abang itu berasal dari Salatiga, dan kami pun bercakap dlm bhs Jawa, tentang perjuangan hidupnya di Jakarta. Sampai di tanah Abang, jalanan masih sepi. Loket belum buka. Petugas keamanan juga santai. Beberapa keluarga ada yg duduk di bawah, menyusui anaknya. Saya tunjukkan tiket senja utama, dan bisa langsung masuk. Tiket itu bisa dipakai naik commuter line, tanpa harus bayar lagi. Dulu saya sering pesan indomie 2 bungkus + teh hangat di sini, tapi koq masaknya kurang pandai. Pagi ini cuma beli pastel 2 + kopi hangat.
Good morning Jakarta….

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Indonesiaku. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s