Dosen ditinggal murid

Pada saat saya masih kuliah, ada satu dosen yang unik. Setiap beliau mengajar, karena tidak menarik cara penyampaiannya, anak-anak memilih untuk tidak hadir. Beliau pun tidak peduli, dan tetap saja bersemangat mengajar. Kelas kami sangat luas, dan sepertinya bisa menampung 200-300 mahasiswa. Begitu beliau masuk ruangan, langsung meletakkan copy-an materi yang akan beliau bahas, dan kami pun berdiri antri untuk mengambil materi tersebut. Beliau mulai mengajar sambil menulis di papan tulis, sedangkan hampir seluruh siswa yang sudah mengambil materi, langsung keluar kelas lewat pintu belakang. Alhasil kelas yang awalnya berisi puluhan siswa, jadi sepi. Mungkin bisa dihitung jari saja yang bertahan di dalam. Saya bersama sobat karib saya, Funahashi dan Hori, bertahan di dalam walaupun tidak faham dengan apa yang beliau ajarkan. Sang professor dengan semangat mengajar, walau muridnya tinggal 3 dan duduk di tengah, jauh dari tempat beliau berdiri.

Setelah menjadi dosen, pernah juga saya ditinggal murid. Kebetulan saya harus mengajar bioinformatika. Semalam sebelumnya saya biasanya tidak tidur, bermalam di lab. dan membuat persiapan. Karena materi yang diajarkan banyak berkaitan dengan biologi molekuler, yang kerumitan huruf Kanjinya sudah bikin galau orang yang melihatnya. Esok harinya, saya masuk ke ruang kelas. Murid saya bisa dihitung dengan jari. Pernah juga yang masuk cuma seorang, dan dia duduk di belakang. Saya berdiri di depan kelas, bercerita dengan suara keras, sedangkan murid saya hanya satu nun jauh di sana. Ini saya mengajar buat siapa ya…. (^^;

Karena itu ketika tadi pagi saya datang ke kelas, pk.7 pagi, dua puluh satu siswa sudah siap standby di kelas. Saya tahu juga sih, kalau mungkin mereka belum “ngumpul nyawanya”. Masih agak setengah ngantuk. Tapi anak-anak bersemangat mengerjakan quiz jam 7 pagi. Tidak menyesal deh, saya pulang ke Indonesia. Jadi saya tambah mantap, kalau ditanya murid saya, “Mengapa koq bapak memilih pulang ke Indonesia ?” Dulu biasa saja jawab karena tiga hal: karena moral obligation, komitmen sbg penerima beasiswa, dan juga karena di sini saya bertemu dengan anda 🙂

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di kuliah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s