Seminggu di rumah

Seminggu kemarin saya habiskan waktu di rumah, dengan banyak istirahat untuk memulihkan kondisi. Alhamdulillah, saya jadi punya kesempatan mengamati aktifitas keseharian Alya-Tika dan emaknya. Pagi-pagi Subuh, emak sudah bangun, mencuci baju, membereskan dapur, membuat sarapan, membuang sampah, merebus air untuk minum dan untuk mandi. Anak-anak bangun, kemudian mereka bersiap-siap untuk ke sekolah. Emak sendiri yang mengantar mereka. Selesai mengantar Tika yg masuk pk 7, gantian mengantar Alya yg masuk pk 8. Kembali ke rumah, beberes rumah. Siang menjemput mereka Tika dan Alya, menyiapkan makan siang, mengantar les, menyiapkan makan malam dst. Kesibukan demi kesibukan terus bergulir, sampai larut malam. Kadang saya sampai ingatkan “Dik,….istirahat !”. Ternyata tugas ibu rumah tangga itu luar biasa beratnya.

Saya amati Alya dan Tika juga sangat aktif. Hobby mereka berdua adalah main sandiwara. Kadangkala sore-sore kena marah oleh emaknya, karena mereka berdua tidak tidur siang, dan main melulu. Hari Rabu emak ke sekolah Tika untuk mengambil hasil seleksi program akselerasi. Di luar dugaan saya, Tika termasuk 12 anak yg lolos seleksi program akselerasi dari sekitar 80an anak di sekolahnya. Padahal penilaian saya, Tika termasuk kurang tekun. Kadang suka mengulur waktu untuk mengerjakan PR. Beda dengan Mbul (Alya), adiknya. Mbul sangat rajin. Seringkali saat sampai di rumah, tak lama kemudian menyelesaikan PR-nya. Sebenarnya anak-anak kami tidak ditekankan untuk menjadi anak yang memiliki prestasi istimewa. Lebih kami biarkan mereka berkembang sewajarnya. Yang penting emosi-nya berkembang dengan wajar dan baik. Karena itu kami agak surprise, saat Tika lolos. Emm…..mungkin, she did some magic, yah…hahahaha 🙂 Dengan demikian, dia harus belajar lebih rajin. Hari Kamis atau Jumat Tika belajar di-drill oleh emak untuk belajar bahasa Inggris, agar bisa menyebutkan waktu dengan format “a quarter past/to …”. Serem juga kalau emak jadi guru. 🙂

gelangSaat emak ulang tahun ke-38 hari Jumat yll, saya sedih karena kondisi belum memungkinkan untuk pergi sendiri dan membelikan sesuatu sebagai kejutan. Akhirnya kejutan dari saya, hanya gosok gigi di pagi hari dan membangunkan emak dengan sun pipi disertai ucapan “Selamat Ulang Tahun”. Eh, ternyata Tika dan Alya sudah menyiapkan kado berupa gelang terbuat dari manik-manik yang mereka buat sendiri diam-diam di malam hari. Alhamdulillah..they know how to make a surprise to their parrent. Tika dan Alya juga dengan bangga memamerkan video clip yang mereka buat jauh-jauh hari. Adegannya, berdua mengucapkan selamat hari ulang tahun ke emaknya. Saya kaget melihat karyanya… Anak kelas 2 SD sekarang sudah bisa bikin video clip ya ? Alhamdulillah…seminggu kemarin banyak hal indah yang saya catat dalam memory. Bagaimana cinta menjadi bahan bakar kehidupan di rumah kami.

Mas Koko, teman SMA saya, menyarankan agar saya banyak istirahat dan menyarankan saya punya hobby yang sedikit ke arah duniawi. “Misalnya berenang, tapi cari tempat yang banyak artis dan wanita-wanita cantik, To”, begitu kira-kira sarannya. Saran yg baik, karena saya sudah temukan artis & wanita2 cantik itu: Emak & Alya-Tika. Tunggu bapak datang minggu depan, dan kita berenang lagi yaa…

Mengurangi stress

Salah satu hal yang saya lakukan untuk mengurangi stress adalah melakukan simplifikasi untuk beberapa hal. Tiga belas tahun yang lalu, ketika masih pengantin baru, terbawa kebiasaan istri, saya selalu mencatat detail pengeluaran. Misalnya belanja di pasar, saya catat habis berapa untuk telur dan berapa butir, mentega berapa yen (saat itu masih di Jepang), dsb. Lambat laun kebiasaan itu saya buat lebih sederhana. Cukup ditulis belanja bahan makanan sekian ratus yen. Saya masih bisa mengingat belanja dalam dua tiga hari terakhir. Sesampai di Indonesia, dengan mobilitas yang sangat tinggi dan penyampaian informasi yang serba fuzzy (misalnya: kertas struk bukti pembayaran jarang diberi, kalau pun diberi tintanya sangat tipiiiiiis ), akhirnya seringkali saya tidak dapat mengingat lagi detail belanja saat pemasukan, pengeluaran dan saldo tidak sepakat. Akhirnya terpaksa menulis “selisih” sekian rupiah. Seminggu berada di rumah, dengan bolak-balik ke RS, pengeluaran jadi tidak terkontrol. Saya hanya bisa mengecek saldo di dompet dan tumpukan struk. Ya sudah, …daripada jadi vertigo, saya tulis “selisih sekian ribu”. Simplifikasi membuat hidup lebih indah. Life is beautiful 😀 Simplifikasi memang membuat kita berfikir lebih sederhana. Tapi jika memang tidak diperlukan lagi, simplifikasi pun tidak diperlukan dan dihapus saja. Selama ini saya kalau pesan makan ke mbak Awang di kantor, ketik “mie”, hanya tiga huruf saja dan…jreng, autotext akan mengubahnya menjadi kalimat lengkap “Mbak Awang, saya pesan makan pagi spt biasa ya mbak. ****mie 2 bungkus + 1 telor tanpa sambal + white coffee. Terimakasih”. …hari ini terpaksa autotext tsb. saya hapus, karena harus diet ketat. Life is beautiful (T_T) *ini ceritaku, mana ceritamu ?*

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s