pentingnya formulasi masalah

Senior saya saat masih sekolah dulu mengerjakan tema pengenalan gesture tangan memakai sebuah model baru dari neural network untuk analisa sekuens temporal. Pertanyaan reviewer journalnya: yang anda tekankan di tulisan ini apakah sisi aplikasinya, atau model neuro-nya ? Harus memilih salah satu. Kalau yang dipilih aplikasi, maka pertanyaannya adalah sudahkah model yang dibuat tersebut sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya ? Dan ini seringkali sulit dipenuhi karena tidak mudah untuk “memotret” masalah di real world. Celah modelnya banyak sekali dan bisa jadi paper tsb. ditolak. Teman saya memilih yang kedua, yaitu inovasi pada sisi pemodelan, dan papernya diterima. Pernah saat mendemonstrasikan model yang dibuatnya, pengunjung menanyakan, ini kira-kira bisa diaplikasikan di mana ? Jawab teman saya, salah satu aplikasinya adalah untuk membantu tuna rungu dalam berkomunikasi. Sistem yang dibuatnya akan bisa menterjemahkan sign language yang disampaikan oleh penyandang tuna rungu tadi sehingga bisa difahami pihak lain. Pengunjung langsung membantah…ah…kenapa serumit itu ? Bukannya lebih mudah kalau disediakan keyboard dengan komputer, dan penyandang tuna rungu tadi diminta mengetikkan saja keinginannya ? Teman saya terdiam. Habis itu dia curhat ke saya “saya mau jawab sebenarnya…kalau motivasinya agar saya bisa lulus 😀 ” ….hehehehe…curhat yang jujur. Dalam studi akademik, inovasi memang jadi persyaratan kelulusan. Tetapi saat dikaitkan dengan aplikasi di dunia nyata harus hati-hati. Masalah harus dibedah dan dianalisa dengan jelas, dan harus bisa diformulasikan dengan benar. Salah dalam formulasi akan menyebabkan model yang dibangun itu ditolak. Adakalanya masalah di dunia nyata, setelah dianalisa, ternyata hanya memerlukan solusi yang simpel. Tentu saja tidak benar jika kita memakai metode yang kompleks untuk memecahkannya. Sebaliknya, adakalanya masalah di real world demikian rumit. Simplifikasi masalah akan jadi langkah pertama, dan kita harus berhati-hati saat menyampaikan level capaian kita.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s