Kenangan Ramadlan bersama Bapak-Ibu

536690_10151731455909477_925015518_n
<< Ramadlan terakhir bersama Bapak-Ibu tahun 2010, minus dik Budi yg sedang menyelesaikan pendidikan spesialis kandungan di Univ. Sriwijaya

Saat masih kecil dulu, usai sahur biasanya dituntun ibu untuk membaca niat dalam bahasa Jawa “niat ingsun pasa, ing sasi Ramadlan, tutuga sedina sesuk, tutuga sesasi pisan, dene nglakoni dhawuhi Gusti Allah..amiin”. Saat buka puasa, sering kami dibuatkan es kolak pisang sebagai pembuka. Berbuka di rumah, rasanya nikmat. Sesudah itu kami berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan ibadah tarwih, sambil membawa buku untuk ditandatangan Imam. Saat pulang tarawih, kami mendapat “jaburan” berupa dua tiga jenis makanan tradisional kecil dalam plastik. Kalau malam, bapak dan ibu sering mengajak kami untuk sahur di warung pinggir jalan, daerah pasar pon. Kami makan nasi gudeg, dan ketan bubuk juruh. Kala itu Solo belum sepadat dan seramai sekarang. Saat Subuh, saya naik sepeda, sholat Subuh dari satu masjid ke masjid yang lain, untuk menyimak kuliah Subuh dengan style penyampaian yang beraneka ragam.

Setelah saya bekerja di Jakarta, kalau pulang dari Jakarta dg kereta Bima, saya tiba di Solo sekitar pk. 3 dini hari. Saya sering mampir ke gudeg ceker bu Kasno yang buka tengah malam di Margoyudan. Bapak dan Ibu saya tanya, pengin dioleh-olehi apa. Beliau pengin dioleh-olehi gudeg 5 ribu, sambel goreng 5 ribu dan ceker ayam. Itu kegemaran bapak dan ibu. Setelah mengantar oleh-oleh, saya pamit untuk kembali ke rumah saya yang berjarak beberapa puluh meter saja. Ibu dan bapak biasanya mengantar dan melambaikan tangan sampai saya menghilang saat belok di gang.

Kalau lebaran, kami bergilir untuk sungkem. Dari ibu ke bapak, dari saya ke bapak ibu, dan berturutan seterusnya. Bapak dan Ibu mengajarkan kerukunan kepada kami. Di saat-saat terakhir, sakit ibu semakin menjadi berat, sehingga kadang tidak mengenali Bapak, tidak mengenali saya, dan menyapa dengan bahasa halus “panjenengan sinten” (siapa anda ?). Bapak dengan penuh kesabaran merawat ibu, dan bolak-balik ke RS. Kadang menginap di RS dengan menggelar tikar. Saya dan adik-adik tidak tega, dan ikut menemani di RS, sampai kemudian ternyata bapak yang dipanggil kembali ke Al Khaliq. Sepertinya terlalu lelah dalam merawat ibu sehingga terkena stroke. Sebulan kemudian, ibu menyusul bapak, kembali ke hadirat-Nya.

Waktu terus berlalu, dan tahun ini adalah tahun ketiga Ramadlan dimana kami tidak bersama dengan bapak dan ibu lagi. Bapak dan Ibu adalah orang tua yang kaya raya, meninggalkan warisan yang berharga. Bukan uang atau emas, tetapi meninggalkan warisan berupa kenangan dan pelajaran mengenai cinta dan kehidupan. Warisan itu beliau sampaikan lewat cerita, nasehat, surprise, teguran, tangisan yang semua merupakan cerminan rasa cinta beliau kepada kami. Alhamdulillah, orang tua saya banyak meninggalkan kenangan indah yang kalau kami terkenang, kadang membuat mata basah dan menadahkan tangan untuk memohonkan ampunan serta kebahagiaan bagi mereka di sisi-Nya. Ya Tuhan…sampaikanlah salam rindu kami kepada orang tua kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami sejak kami masih kecil

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s