Statistical Process

Ketika masih mahasiswa, teman saya cerita bahwa di antara praktikum atau tema riset yang ada, dia paling benci dengan tema yang ada kata-kata “ninshiki” (recognition). Karena kualitas pekerjaannya akan diukur akurasi yang merupakan statistical process. Program selesai ditulis, begitu dijalankan, ternyata akurasinya rendah, akan menyebabkan penilaian yang kurang baik, walaupun effort besar sudah dikeluarkan untuk membuat program. Pattern Recognition merupakan statistical process. Tidak ada jaminan sistem akan bekerja 100% sempurna. Peluang error selalu ada sekecil apapun. Algoritma yang baik, peluang error-nya akan lebih kecil dibandingkan algoritma yang kurang baik. Hanya saja tidak mudah menjelaskan hal ini ke awam. Saya jadi ingat saat membantu TI KPU tahun 2009. Tidak mudah menjelaskan karakteristik ini yang terdapat pada ICR ke media massa.  Apalagi ketika ada error di lapangan. Hal yang sebenarnya wajar akan jadi bulan-bulanan media massa, dengan menyalahkan sistem yang dipakai.  Upaya kami untuk melakukan klarifikasi pun tidak diapprove oleh media massa (https://asnugroho.wordpress.com/2009/04/18/sulitnya-mengirimkan-komentar-ke-detikcom/)

Di antara peneliti pun, ada yang faham ada yang tidak. Saat berdebat dengan teman saya –yang latar belakangnya bukan pattern recognition- dia sebutkan bahwa akurasi ICR masih rendah. Saya bantah, dengan menyebutkan beberapa fakta bahwa teknologi character recognition cukup mature. Misalnya saat di laboratorium professor saya dulu, perusahaan yg jadi kolaborator lab. dengan memakai model neural network yg dikembangkan di lab. plus berbagai fitur tambahannya, berhasil mencapai akurasi di atas 99% dan sudah berhasil dikomersialisasikan di Jepang(paper no.53 http://asnugroho.net/publist.html ). Tentunya akan beda dengan akurasi yang dicapai oleh –misalnya- tugas akhir S-1 mahasiswa. Saya serahkan juga beberapa laporan akademik dari Prof. Yann Lecun ( http://yann.lecun.com/exdb/mnist /) sebagai bukti bhw teknologi itu sebenarnya di dunia sudah cukup matang. Memberikan penjelasan teknologi kepada publik adalah tugas yang tidak mudah, tapi banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang bisa kita peroleh.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s