iPad yang ter…copet

18 April 2013, Jumat yang lalu sekitar pk. 3 siang di stasiun Tanah Abang. Sebenarnya hari itu tidak ada yg salah dengan baju saya. Saya memakai kaos dan jeans, sandal, tas juga kumal seperti biasa. Bukan pakaian yang menyolok.  Laptop tidak saya bawa, dan data yg diperlukan sudah saya taruh di cloud maupun USB flash disk. Berangkat sdh minimalis. keteledoran saya adalah mengeluarkan ipad di KRL sekedar ingin membaca khopingho untuk melewatkan waktu kosong. Ternyata saya salah perhitungan. Sepertinya ada yg mengincar saya, dan ketika berdesak-desakan keluar saya baru sadar kalau tas saya sudah terbuka. Dulu saya pernah kecopetan blackberry, dan kali ini iPad. Aduuuh….padahal hari ini sudah bawa modem smartfren agar nanti malam bisa melihat tayangan Masih dunia Lain di kereta. Ah sudahlah…..memang hanya keledai yang terperosok pada lubang yang sama.

Saat menyadari kalau iPad saya dicopet orang, saya buru-buru mencari tempat untuk bisa duduk di lantai. Akhirnya saya bisa duduk di lantai atas stasiun tanah abang. Duduk “ndeprok” di lantai atas, bareng ibu-ibu, mbok-mbok dan penumpang lain yang “transit”, di tengah padatnya penumpang hilir mudik masuk keluar peron. Dengan tegang, saya fokus ke HP, menyambungkan powerbank agar battery-nya kuat, dan sibuk akses ke internet untuk mengganti password email, FB, twitter, dll. Saya berusaha mencari informasi bagaimana menemukan posisi dan melock iPad secara remote. Akhirnya saya diusir oleh petugas kereta, karena penumpang yang keluar masuk makin padat. Hujan pun mulai turun, saya keluar peron dan melanjutkan lagi duduk “ndeprok” di depan mesin tiket. Saya masih tetap berteduh di stasiun, sementara hujan lebat dan sangat deras menerpa stasiun tanah abang. Sempat frustasi saat melihat situs ipad tidak bisa optimal diakses dari S4, karena browsernya tidak support. Hujan deras menderu-deru, dan saya masih ndeprok, dengan baju lusuh, keringat berpeluh, duduk di lantai, berteduh. Rasanya koq kayak adegan drama saja ya….Cuma kalau di drama, itu pas-nya untuk adegan putus pacar atau suami yang ditinggal kabur istrinya. Hahaha 🙂   Mungkin peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga pula” perlu ditambahi varian-nya, “sudah kecopetan ipad, battery HP sudah lowbat, browser nggak support, masih kehujanan pula”

Akhirnya saya dibantu teman untuk secara remote mengubah mode iPad saya menjadi “LOST MODE”.  Seandainya iPad saya memakai SIM Card untuk konek ke internet, saat itu juga iPad saya tidak bisa dipakai lagi sampai saya masukkan passcode. Karena iPad saya memakai wifi dan sedang offline, “Lost Mode” tersebut masih pending sampai terkoneksikan ke internet. Step by step untuk penanganan kasus iPad/iPhone hilang bisa dilihat di http://www.apple.com/icloud/find-my-iphone.html

Sekitar pk. 2 pagi, hasil pemantauan GPS menunjukkan posisi iPad tsb di suatu titik di Bekasi . Yaitu sesaat setelah pencopetnya online ke internet. Dari report yang masuk ke mailbox, ternyata dia berusaha mereset password apple ID saya tapi upaya berdosa itu tidak bisa dilakukan, karena harus seizin saya. Otomatis proses tersebut gagal, dan iPad langsung switch ke “Lost mode”. iPad sudah tidak bisa diapa-apakan dan selalu terpantau posisinya. Sebenarnya mencuri iPhone dan iPad itu tidak menguntungkan sama sekali bagi pencurinya. Madesu (Masa Depan Suram ).   Dijual juga nggak laku, karena sudah tidak bisa dimanfaatkan sama sekali.  OS iPad saya sudah saya update ke iOS terbaru (7.1), yang sekuritinya lebih susah untuk dijebol.

Hikmah dan pelajaran penting yang saya peroleh dari kejadian ini:

1. Bagaimana sibuknya kita, selalulah secara rutin melakukan backup terhadap data-data penting yang kita miliki. Lakukan synchronization setidaknya sekali dalam seminggu. Banyak software bagus untuk melakukan sinkronisasi data. Saya memakai FreeFileSync ()

2. Usahakan memiliki backup lebih dari 1, dan disimpan di tempat yang terpisah. Harddisk eksternal bisa saja sewaktu-waktu crash. Tekan resiko kerugian serendah mungkin dengan memiliki lebih dari 1 backup dan disimpan pada tempat yang terpisah.

3. Janganlah sekali-kali menyimpan file penting tanpa backup pada mobile gadget/smartphone. Gadget sewaktu-waktu bisa dicuri.  Upayakan agar data kita tetap aman, walaupun gadget tersebut berpindah tangan. Misalnya dengan memasang password, atau menaruh file itu di cloud yang terjaga dengan password. Smartphone dan flashdisk bukanlah tempat yang baik untuk menyimpan file-file yang sensitif. Saya menggunakan smartphone dan flashdisk hanya untuk kemudahan agar bisa mengakses materi tersebut di sebarang tempat (misalnya file presentasi, musik dsb).

4. Jika memakai iPad dan iPhone, aktifkan fitur “Find My iPad”, switch-on kan WIFI dan amankan dengan password untuk bisa login, jangan cuma memakai swipe untuk login.

5. Laptop sewaktu-waktu bisa hilang maupun crash hard disk-nya. Untuk hard disk yang crash, sudah diatasi dengan step 1. Tetapi untuk laptop hilang, akan sangat riskan jika banyak data penting di dalamnya. Lakukan manajemen file di laptop secara disiplin dan teratur. Hard Disk laptop hanya dipakai untuk menyimpan file-file yang benar-benar penting dan sering dibutuhkan dan diakses. Selain itu, lebih baik disimpan di eksternal hard disk yang disimpan terpisah dari laptop.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di catatan kerja, coffee morning. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s