Menjadi mahasiswa ITB, 25 tahun yang lalu

Saya mendapat pengumuman diterima masuk ITB dua puluh lima tahun yll. saat baru pulang dari Jerman, setelah bersama 5 teman yg lain mewakili Indonesia untuk mengikuti Int’l Mathematical Olympiad di Brunschweig. Saat mendarat di Jakarta, dan menuju ke penginapan di daerah Senayan, saya mengabarkan ke Solo kalau telah mendarat dg selamat walau belum mendapatkan medali. Ayah dan ibu saya menyampaikan informasi kalau saya diterima di T. Informatika ITB. Suatu hal yg sangat disyukuri, akhirnya saya bisa melanjutkan studi ke Bandung. Saya menjadi mahasiswa T. Informatika ITB, dan tinggal di kos-kosan Ciheulang (Jalan Tubagus Ismail masuk ke dalam, habis jalan menurun, ada di sebelah kanan). Saat ke kampus, sering menjemput almarhumah Deni Natalina, sahabat se SMA yang diterima di Elektro ITB. Kami naik sepeda motor bebek berdua ke kampus. Saat itu, kos sebulannya sekitar Rp 25 ribu. Di tengah-tengah mengikuti penataran P4, ternyata saya mendapat panggilan untuk ujian tahap kedua beasiswa STMDP 2 dari pak Habibie. Ujian dilakukan di Surabaya, sehingga saya kemudian berhenti ikut penataran, dan berangkat ke PT Pal, tempat dilaksanakanya ujian tahap kedua beasiswa STMDP2. Sempat khawatir juga, karena dengan mengundurkan diri dari penataran, berarti seandainya saya tidak lolos beasiswa, tahun depannya harus mengulang penataran lagi.

kartu

Ujian demi ujian saya lalui, sementara saya sudah mulai masuk kuliah di T Informatika. Akhirnya saat saya diumumkan lolos dan mendapat beasiswa, saya pun mengundurkan diri dari ITB bersama sekitar 25 mahasiswa ITB jurusan lain yang dinyatakan lulus beasiswa seperti saya. Setidaknya bisa meringankan beban orang tua saya, karena bapak dan ibu tidak harus membiayai sekolah saya lagi. Dua belas tahun  kemudian akhirnya saya bisa menyambung tali silaturahmi dg rekan-rekan saya seangkatan di T Informatika, dan ikut gabung ke milis kurang-asik@yahoogroups.com  Rekan saya, Dolly Siregar yang pertama kali kontak, setelah melihat profil saya di website laboratorium di Jepang. Alhamdulillah, masih diterima sbg alumni IF-ITB, walau sebenarnya status saya sbg mhsw ITB adalah DO, karena mengundurkan diri.

Screenshot from 2014-08-07 17:05:58

Dua puluh lima tahun berselang, reuni perak alhamdulillah diundang ikut reuni ITB juga. Tentu ini sangat berkesan, karena saya bisa bertemu lagi dg teman-teman seangkatan, baik yg sejurusan maupun beda jurusan. Dulu saya belum punya foto bareng dg teman-teman seangkatan. Insya Allah kali ini saya harus punya foto bareng dg mereka. Tongsis sudah siap ! Semoga tidak lupa mencharge HP dan power bank nya.

reuni

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di kuliah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s