Kunjungan timses Pak Jokowi ke Lab. PTIK

Dua agenda hari ini alhamduillah bisa selesai dg baik. Pertama, bersama dg tim program e-KTP menerima kunjungan pak Luhut (timses pak Jokowi) ke lab. e-KTP smart card, dan yang kedua presentasi monev internal SINas 2014. Pak Luhut terkesan mendengar paparan pak Fahmi ttg. Digital Identity, dan aplikasi e-KTP untuk layanan masyarakat. Satu hal yang beliau tanyakan berulangkali adalah kemampuan untuk kemandirian teknologi. Khusus untuk biometrics, saya sampaikan ke beliau, kalau embrio teknologinya (biometrics) sudah kami siapkan di Serpong. Dari sisi litbang, sudah dikembangkan (bersama SGU): fingerprint recognition, iris recognition dan face recogntion. Sedangkan untuk mematangkannya, kami banyak bekerjasama dengan perguruan tinggi lain, spt ITB, UNS dsb. Waktu beliau mencoba e-KTP reader, kebetulan jari beliau tidak bisa dikenali.  Pada kesempatan tsb. saya jelaskan kepada beliau bahwa memang sebagian kecil populasi, sidik jarinya sulit dikenali, yang disebut “goat class fingerprint”. Beliau ceritakan juga, kalau saat ke amerika dsb. selalu mengalami kesulitan saat melakukan pemadanan sidik jari. Nah, dari hal itu, saya jadi lebih yakin. Kemungkinan sidik jari pak Luhut memang tidak mudah dikenali.  “Terus solusinya bagaimana ?” tanya beliau. “Di situ pentingnya multimodal biometrics, Pak”. Begitu saya jawab. “Sidik jari rawan terhadap kerusakan, misalnya yang dialami oleh tukang batu, petani dsb. karena sifat pekerjaan mereka. Jika dalam proses identifikasi/verifikasi itu memakai multimodal, maka selain sidik jari, iris bisa dipakai untuk verifikasi/identifikasi. Iris relatif lebih stabil pattern-nya karena mata lebih terlindung.”
“Wah, berarti untuk layanan kesehatan, kita perlu iris juga. Karena kebanyakan yang perlu layanan kesehatan adalah masyarakat miskin, yang bekerja sbg petani, tukang batu”. Syukurlah kalau aktifitas litbangyasa kami dapat difahami oleh beliau. 
Alhamdulillah,….today’s mission accomplished

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s