DeepFace : teknologi biometrics berbasis Deep Learning yang dikembangkan oleh Facebook

DeepLearning yang menjadi salah satu breakthrough technology tahun 2013 versi MIT Technology Review ternyata menjadi rahasia keakuratan facebook dalam mengenali wajah pada foto. Deep Learning tidak lepas kaitannya dengan Big Data, bagaimana menggali knowledge dari samudera data, dari data berskala raksasa. DeepFace adalah teknik biometrics yang dikembangkan oleh AI research group facebook. Membaca paper yg dipresentasikan di Conference on Computer Vision and Pattern Recognition (CVPR) bulan Juni yll. (https://www.facebook.com/publications/546316888800776/), ternyata facebook memakai deep learning untuk mencapai akurasi yang tinggi dalam mengenali wajah dari foto yang diupload oleh user. Model yang dipakai terdiri dari 9 layer neural network dengan lebih dari 120 juta parameter (maksudnya synapses). Model tersebut dilatih memakai 4 juta wajah dari 4000 identity (maksudnya 4000 orang, masing-masing rata-rata 1000 wajah). Waktu mengikuti kuliah dari Prof.Anil K.Jain di UI yll., sepertinya beliau kurang terkesan dengan deep learning. Tidak ada terobosan baru dalam deep learning, kecuali memakai jumlah layer yang jauh lebih banyak. Saya belum mendalami benar, apa kekuatan dalam deep learning sehingga demikian powerfull. Backpropagation algorithm yang dikembangkan Rumelhart tahun 1986 sendiri sebenarnya sudah cukup memuaskan dalam pattern recognition, hanya saja akan terkendala oleh local minima, saat dipakai untuk data berskala besar. Dulu di lab. saya memakai vector quantization type neural network untuk membreakdown large scale data (dalam studi mengenali ribuan huruf kanji, dan pemakaian ribusan sampel pada handwriting character recognition) sehingga diperoleh subset yang jauh lebih kecil, dan masing-masing diolah oleh 3-layered neural network. Tetapi untuk data jutaan, tentu dimensi masalahnya sudah berbeda. Kalau mengingat potensi data biometrics yang dimiliki Indonesia saat ini : 170 juta (vs paper group peneliti facebook hanya memakai 4000 orang), tentunya akan menjadi ladang subur bagi peneliti komputasi yang ingin mendalami DeepLearning.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning, datamining, research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s