Membereskan berkas-berkas lama

Saat bersih-bersih almari kemarin, banyak sekali kumpulan fotokopian jurnal dan fotokopian buku text sudah sudah berumur lebih dari 10 tahun. Sudah lembab dan bikin penuh almari. Saya buang fotokopian itu, karena sekarang sudah ada electronic file-nya. Jaman saya masih sekolah dulu, kalau para senior saya pulang ke tanah air, mereka membawa fotocopyan jurnal banyak sekali, yang akan sulit diperoleh setelah sampai di Indonesia. Demikian juga, sampai saat saya mau pulang ke tanah air tahun 2007 yll. banyak sekali buku yang saya scan manual memakai ScanSnap-nya Fujitsu. Karena tebal, buku itu saya bedah. Dipotong bagian tepinya sehingga tiap halaman bisa lepas satu persatu, masukan ke ScanSnap. Bereslah 1 bundel tebal buku Duda Hart yg legendaris tahun 70-an itu menjadi 1 file. Sekarang ? cukup berbekal external hard disk 1 TB, sudah bisa menyimpan file-file yang versi analog-nya (tercetak di kertas) bisa beratus-ratus kilo. Kalau mau ilegal, banyak situs yang menyediakan electronic file dari ribuan buku teks. Ada buku yang dulu saya beli seharga 3 juta per jilid, sekarang saya temukan ebook-nya *tepok jidat*
Selain itu, dengan menyimpan dalam format digital, saya tidak perlu pusing memikirkan tempat dan manajemen pemeliharaannya. Digital world will save your space. Tinggal lenggang kangkung bersiul-sul kembali ke Indonesia. Oh ya ? Layanan cloud seperti dropbox tentu saja menambah kenyamanan, kalau-kalau hard disk itu “kelaut”. Hanya saja dengan digital version, kadang penghargaan terhadap suatu tulisan jadi menurun drastis dibandingkan kalau kita pegang versi analog yang masih bisa dielus-elus, dicorat-coret sana-sini. Bagaimana pun juga memegang dan membaca kertas masih jauh lebih nyaman daripada electronic format. Selain itu ada juga alasan untuk main & pinjam buku, dan waktu mengembalikannya ditulisi “I love you” dan sret-sret tanda tangan.

PS:

Saat posting ini saya tuliskan di FB, dikomentari pak Romi : “kalau yg terakhir itu sekarang bisa diganti dengan minjem hp mas … nanti di kontak, ubah nama kita jadi i luv u … jadi kalau kita call keluar deh .. haseeek :D”

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di gado-gado. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s