Fingerprint Anti-Spoofing

Seiring dengan semakin pesatnya teknologi biometrics, semakin canggih juga perkembangan teknologi untuk menyerang sistem biometrics. Serangan terhadap suatu sistem biometrics dapat dikategorikan ke 8 tipe [1]. Salah satu tipenya adalah dengan pada proses akuisisi, yaitu dengan memakai fake fingerprint. Contoh yang belakangan populer adalah memakai lem kayu untuk menjebol sistem biometrics TouchID pada iphone 5s.  Solusi terhadap kasus biometri spoofing ini [2] adalah

  1. Pemakaian multibiometrics, sehingga membuat sulit upaya untuk mengelabui sistem, karena
  2. metode challenge-response
  3. liveness detection, dengan memakai karakteristik fisiologi
Untuk sidik jari, selain dengan no.1 (dikombinasikan misalnya dengan iris atau wajah), no.3 populer dan sudah diimplementasikan secara luas. Implementasi anti-spoofing untuk no.3 harus memenuhi berbagai syarat : (i) noninvasive, tidak membahayakan user (ii) user friendly (iii) cepat (iv) low cost (v) kinerjanya bagus/akurat.
Fingeprint liveness detection terbagi 2 : (i) berbasis hardware (ii) berbasis software
Berbasis hardware maksudnya, menambahkan fitur pada sensor agar bisa mendeteksi ciri fisiologis tertentu pada sidik jari, yang membedakan sidik jari hidup vs sidik jari mati.  Misalnya deteksi keringat, tekanan darah, atau bau. Teknik ini relatif lebih mahal, tapi lebih akurat.
Deteksi berbasis software, berarti tetap memakai sensor yang biasa, dan menambahkan fitur cerdas pada software AFIS. Begitu sidik jari berhasil diakuisisi, intelligent system akan bekerja untuk mendeteksi apakah citra sidik jari itu berasal dari jari hidup, atau palsu. Dibandingkan dengan teknik berbasis hardware, teknik kedua ini lebih murah tapi tidak seakurat yang pertama.Karakteristik yang dipakai untuk membedakan kulit hidup atau benda mati adalah pola keringat pada kulit, karena sangat sulit dipalsukan.  Yaitu dengan mengukur periodisitas keringat dan sebaran (difusi) sweat. Teknik ini memanfaatkan metode signal processing : wavelet transform yang biasa dipakai untuk analisis pola tekstur pada ranah frekuensi. Selain melihat pola keringat, teknik lain adalah memakai sifat fleksibilitas kulit. Pada teknik ini, pengguna diminta untuk menggeserkan sidik jarinya pada sensor. Karena kulit bersifat lentur, pergeseran itu akan mengakibatkan terjadinya distorsi yang cukup signifikan. Sebaliknya, jika yang dipakai adalah sidik jari palsu, misalnya dari lem kayu, walau digeserkan sekalipun, polanya akan relatif stabil, karena materi sidik jari palsu itu rigid.
Beberapa pendekatan lain berbasis hardware misalnya memakai multispectral imaging, deteksi aliran darah, Near Infrared Illumination (NIR) & Optical Coherence Tomography (OCT).
* belum selesai *
Referensi
  1. Handbook of Fingerprint Reccognition, D. Maltoni, D. Mario, A.K.Jain, S. Prabhakar, Springer, 2009
  2. Fingerprint Anti-Spoofing in Biometric Systems, J. Galbally, J. Fierrez, J. Ortega-Garcia, R. Cappelli, in Handbook of Biometrics Anti-Spoofing, Sebastian Marcel, Mark S. Nixon, Stan Z. Li Eds, Springer, 2014, pp.35-64.

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s