Tantangan Biometrics di masa depan : Medical Alteration

Pagi ini saya membaca paper menarik : The Next Biometric Challenge : Medical Alterations, tulisan Karl Ricanek di IEEE Computer Society Magazine, September 2013. Dalam paper tersebut dibahas, bahwa upaya untuk melakukan spoofing biometrics yang mungkin akan sangat sulit dihadapi adalah perubahan yang dilakukan secara medis. Misalnya modifikasi sidik jari, operasi plastik pada wajah dan hormone replacement therapy (HRT).

Modifikasi sidik jari dapat dilakukan dengan :

  1. Merusak permukaan sidik jari dengan memakai cairan asam, sehingga menyebabkan banyak terdapat scar (goresan) permanen pada pola sidik jari. Dengan merusak pola sidik jari secara permanen, seseorang yang masuk dalam watch-list akan mampu mengelabui sistem AFIS, dengan  meningkatkan false rejection error rate.
  2. Melakukan operasi mengganti kulit sidik jari dengan sidik jari lain, atau pun bagian lain dari tubuh orang tsb. Tahun 2009, seorang  wanita Cina mengelabui sistem biometrics di imigrasi Jepang, dengan melakukan operasi yang makan biaya 14 ribu dolar untuk menukar sidik jari kiri dan kanan. Contoh lain misalnya upaya seseorang untuk memindahkan sidik jari kakinya ke sidik jari tangan. Operasi ini makan biaya 20 ribu USD.

Selain operasi pada sidik jari, operasi plastik yang bertujuan mempercantik wajah juga akan meningkatkan false rejection error system biometrics wajah. Di beberapa negara, operasi plastik bukan hal yang jarang dilakukan. Misalnya di Korea, statistik menunjukkan 1 dari 5 wanita melakukan operasi plastik.  Operasi plastik pada wajah terbagi dalam 2 kategori. Kategori pertama bersifat local surgery, yaitu operasi untuk memperbaiki bagian wajah yang dianggap kurang bagus. Kategori kedua bersifat global, seperti facelift dan skin peels. Misalnya untuk membuat wajah tampak lebih muda, atau memperbaiki wajah orang yang rusak karena luka bakar yang parah.  Berbagai algoritma dikembangkan untuk mendeteksi wajah yang mengalami operasi plastik. Hasilnya cukup menggembirakan. Akurasi yang semula jatuh hingga level 27-50 an persen, bisa terangkat ke kisaran mendekati 90%.

Hormone Replacement Therapy (HRT) dilakukan pada orang yang ingin melakukan perubahan jenis kelamin, yaitu dengan mengubah kadar hormon seks, terutama testosteron & progesteron. HRT berdampak pada perubahan sebaran lemak pada wajah, sehingga akhirnya mengubah tekstur wajah. Saat berubah menjadi pria, sebaran lemak pada wajah akan berkurang, dan wajah tampak lebih kaku, kulit lebih tebal. Sebaliknya saat seorang pria berubah menjadi wanita,  kulit akan lebih terentang, kerut dan garis akan hilang. Penelitian yang dilakukan untuk mengatasi HRT, belum memperlihatkan hasil yang memuaskan, karena perubahan yang terjadi sangat signifikan. Diperlukan pengembangan teknik baru untuk mengurangi error karena HRT.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s