Kunjungan Tim DK2ICN (Deskcyber) Polhukam ke Lab. Inovasi TIK

Hari Kamis 15 Januari 2015,  saya mendapat tugas selaku kepala program Lab. Komputasi Cerdas, untuk bersiap-siap menerima kunjungan tim dari Tim DK2ICN (Deskcyber) Polhukam yang ingin mengunjungi laboratorium inovasi di Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, BPPT.  Ada 3 topik besar litbangyasa di  laboratorium kami : (i) Teknologi Pemrosesan Bahasa Alami (ii) Teknologi Multimodal Biometrics (iii) TIK untuk Penyakit Tropis (fokus saat ini pada Malaria Computer Aided Diagnosis). Terkait dengan kunjungan ke lab. yang diminta dipresentasikan adalah bidang biometrics.

Sekitar pk.12 siang para tamu disambut kehadirannya dengan makan bersama di cyber cafe lantai 1, gedung teknologi 3. Sebelum makan, Deputi TIEM dan Direktur PTIK memberikan welcoming speech dan mengenalkan laboratorium inovasi TIK. Selanjutnya Pak Gembong (Kepala Program Rekomendasi Teknologi e-KTP 2014) menyampaikan paparan mengenai peran BPPT dalam mendukung program KTP elektronik Kementrian Dalam Negeri. Selanjutnya saya mendapat giliran terakhir untuk menjelaskan khusus materi biometrics.

Dalam kesempatan tersebut saya menjelaskan bahwa lab. kami (Intelligent Computing Laboratory) melakukan kegiatan penelitian dan kerekayasaan untuk penguasaan teknologi biometrics agar dapat mendukung program KTP-elektronik, misalnya dengan pengembangan sistem identifikasi berbasis sidik jari, iris dan wajah. Selain itu, lab. juga mengembangkan metodologi pengujian komponen biometrics pada Perangkat Pembaca KTP elektronik. Perangkat Pembaca KTP-el memiliki modul fingerprint verification, yang spesifikasi teknisnya didefinisikan pada Peraturan Mentri. Dalam proses pengujian tersebut, kami memakai ribuan data sidik jari dari program KTP-el untuk “memotret” akurasi komponen biometrics tersebut lewat metode novel yang dikembangkan di laboratorium. Dengan demikian, kami bisa memperkirakan tingkat akurasi pemadanan sidik jari, saat Perangkat Pembaca KTP elektronik tersebut dipakai oleh berbagai institusi di Indonesia.

Kami juga mendemonstrasikan alat yang dipinjam dari Data Center KTP-elektronik Kementrian Dalam Negeri, yang mampu melakukan proses identifikasi 1:N matching terhadap data biometrics yang telah tersimpan di Data Center. Tamu kami minta untuk memindai sidik jari ke pemindai, dan tak lama kemudian identitasnya muncul lengkap di layar monitor. Hal yang sama bisa dilakukan memakai iris mata. Sebaliknya, jika seseorang belum melakukan perekaman KTP-el, maka hasil pencarian akan memberitahukan bahwa datanya belum ditemukan di database biometrics KTP-el.

Kami juga mencoba untuk melakukan proses pencarian terhadap seorang rekan yang sidik jarinya sulit untuk dikenali. Ternyata pencarian tersebut tidak berhasil, dan tampil message bahwa datanya tidak dapat ditemukan. Kami lakukan percobaan kedua, orang yang sama dengan iris mata. Pada percobaan kedua ini, iris matanya berhasil dipakai untuk menemukan identitasnya, dan ditampilkan di layar. Dalam biometrics, sidik jari (maupun identifier yang lain spt iris, suara dsb) yang sulit dikenali disebut termasuk kategori “goat class”. Secara umum, NIST menyatakan ada sekitar 2% dari populasi yang termasuk goat class. Di sinilah peran multimodal biometrics : di saat sidik jari -untuk suatu penyebab tertentu- tidak dapat dipakai dalam otentikasi, maka iris dapat dipakai sebagai ganti, vice versa.

0 1

2 3

4 5

6 7

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di catatan kerja. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s