Nenek penjual telur

Seorang nenek lewat depan rumah, “tigan ayam kampung buu….sedoso namun selangkung” (telur ayam kampung bu, 25 ribu rupiah dapat sepuluh buah). Kupanggil si nenek, dan kubeli telurnya. Entah emak alyatika masih punya telor atau sudah habis, saya juga tidak tahu. Saya beli telur yang dijualnya. Melihat wajah nenek itu berbinar, sambil mengucap terima kasih dengan bibir beliau yang bergetar, rasanya koq hati saya jadi terharu. Setiap melihat nenek atau kakek yang tertatih-tatih berjualan sapu, jagung, ubi, telur, koran, saya selalu teringat almarhum ayah, ibu, guru-guru saya yang sudah sepuh (lanjut usia). Walau mungkin tidak terlalu memerlukan barang yang dijual, tapi selama masih diberi kemampuan, saya usahakan membeli dagangan mereka. Semoga Allah SWT memudahkan mereka mencari rezeki di usia yang sudah sangat lanjut tersebut.

Mirip dengan cerita nenek tadi, di Jepang pernah mengalami hal yang sama. Saat itu kami tinggal di marutake-shataku, di dekat stasiun Chikusa. suatu hari pintu rumah kami diketok-ketok. Saat saya bukakan, seorang kakek-kakek membungkukkan badan, dan dengan sopan menawarkan kalau saya mau berlangganan surat kabar. Tentu saja surat kabar Jepang, dan hanya saya yang bisa membaca. Istri saya jelas tidak bisa membacanya. Awalnya mau kami tolak, tapi beliau mohon agar kami mau berlangganan. Tak tega saya, karena beliau pasti diberi target oleh pengecer, untuk mendapatkan sejumlah pelanggan baru. Kalau tidak mencapai target, tentu dia akan dipecat, sedangkan di Jepang mencari pekerjaan makin sulit, dan dengan piramida penduduk tua, orang harus mencari nafkah walau sudah tua sekalipun. Akhirnya kami coba berlangganan. Di sana-sini selalu ada mereka yang memerlukan bantuan kita. Mereka diciptakan oleh Tuhan sebagai jalan untuk mengetuk hati, melunakkan hati kita yang keras & egois, agar kita saling berempati dan membantu sesama. Bantulah orang dan berbuat baiklah kepada sesama tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras, adat, usia. * Life is beautiful *

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s