Pentingnya akses journal bagi peneliti (PNS)

Bagi peneliti, jurnal adalah kebutuhan mutlak untuk mengikuti perkembangan teknologi terkini, menggali inovasi dan berkarya. Setelah setahun lebih menikmati akses ke ilmu pengetahuan yang luar biasa, beberapa saat yang lalu, akses ke pustaka.ristek.go.id diumumkan berakhir per-20 Januari 2015 (http://pustaka.ristek.go.id/main/newsdetail/2015/01/07/130/Penutupan-akses-ke-website-http-//pustaka-ristek-go-id).  Banyak keluhan disampaikan oleh rekan-rekan peneliti, karena akses tersebut selama ini sangat membantu kegiatan mereka. Seorang rekan saya, Dr.Is Helianti menyampaikan surat terbuka, permohonan agar layanan tsb. bisa diberikan kembali, sehingga peneliti bisa mengakses jurnal-jurnal sebagaimana sebelumnya.  Semoga saja penutupan itu sifatnya sementara dan bisa dilanjutkan lagi dalam era pemerintahan sekarang.

Screen Shot 2015-01-27 at 3.04.54 AM

Di samping jurnal-jurnal yang tercatat dalam sciencedirect, salah satu jurnal yang selama ini saya baca rutin adalah yang diterbitkan oleh IEEE Computer Society, yaitu lewat URL:  http://csdl.computer.org . Tahun ini saya paksakan berlangganan lagi, walau harus merelakan separuh gaji sebulan di BPPT untuk bisa baca paper selama setahun (US$ 175).  *Apakah PNS seperti ini, yang harus berbagi separuh gajinya untuk bisa membaca paper, termasuk kategori PNS yang hidup mewah ya ? *

Biasanya saya download satu persatu jurnal yang terbit tiap bulan, dan saya buat arsip seperti gambar di bawah yang mudah diakses secara offline, walaupun saya berada dalam kondisi tak terkoneksikan ke internet sekalipun.  Meminjam terminologi “Being Digital”  yang dijadikan judul buku Nicholas Negroponte, keberadaan versi elektronik paper memang membuat proses maintenance, searching menjadi lebih mudah. Kalau di lab. saya saat sekolah dulu, almari sensei penuh dengan berbundel-bundel jurnal yang diatur rapi sesuai dengan tahunnya, dengan adanya versi elektronik, saya bisa hemat space dalam menyimpan paper-paper tersebut. Peneliti di negara berkembang, memang harus ulet dan berfikir cerdik agar bisa tetap mengupdate pengetahuannya dan bertahan hidup sebagai peneliti dalam kondisi serba terbatas, baik fasilitas, akses internet, finansial.

10940446_10152982105794477_124755126222046716_n

 

Artikel terkait bisa dibaca di : Merangsang Pertumbuhan Iptek dengan Informasi Online https://asnugroho.wordpress.com/2004/08/25/merangsang-pertumbuhan-iptek-dengan-info/ )

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s