Mengabaikan riset dasar hanya membuat Indonesia menjadi pasar teknologi saja

Tahun 1988, John Daugman menulis paper tentang 2D gabor transformation (http://www.cs.gmu.edu/~zduric/cs774/Papers/Daugman-GaborTransforms.pdf), tahun 1994 Daugman mematenkan pemakaian iris untuk biometrics dengan memanfaatkan 2D gabor sbg feature extractor, dan 2011 mulai dipakai di Indonesia dalam program e-KTP, dan juga dipakai di UID India. Teknologinya dipakai untuk mengolah data privasi hampir 1/5 penduduk dunia. Selisih waktu 23 tahun sejak paper Gabor sampai mulai dipakai di Indonesia. Kesabaran dan kesungguhan dalam waktu lama, akan memetik buahnya di akhir. Mengabaikan riset dasar, akhirnya akan membuat kita sebagai pasar teknologi saja.

Iklan

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City. My research is on pattern recognition and image processing with applied field of interests on biometrics identification & development of computer aided diagnosis for Malaria. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning, research. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s