Dini hari 02.45am, 4 tahun yang lalu

Tepat empat tahun yang lalu, saya sedang di RS Muwardi, menunggu ibu yang sedang dalam kondisi kritis. Sore sebelumnya saat dibawa ke RS, kesadaran ibu rendah (GCS 3. Maksudnya: Eyes 1, Verbal 1, Motorik 1). Sore skitar pk 17.00 kesadaran membaik, GCS 6 (E2,V2,M2). Pk 22 GCS 7 (E2,V2,M3). systolic berkisar 89-100an, diastolic 35-40.

Hari pun berganti, menjadi 24 Februari 2011. Selamat ulang tahun ke-69 bapak.

Sekitar pk 00.50 systolic drop ke 76, dg diastolic 30. Setelah diberi obat alhamdulillah naik lagi. Terakhir sekitar 100/40.  Ibu belum bisa sadar. Saya tidur sambil duduk di samping ibu. Sekitar pk. 02.45 tiba-tiba ibu membuka mata. Mata saya basah. Saya sangat terharu dan bersyukur. Keajaiban itu diperlihatkan Allah SWT pada saat almarhum Bapak berulang tahun ke 69. Pelan-pelan saya sapa ibu dengan halus. Alhamdulillah, beliau bisa merespon pelan-pelan. Saya ajak ngobrol santai, seperti sehari-hari. Walau pelan, tapi kesadaran ibu mulai pulih.  Ibu pun saya minta untuk kembali istirahat.

Screen Shot 2015-02-24 at 4.17.02 AM

76623_464142974476_1311174_nTerkenang kembali  cerita ibu, saat saya baru saja lahir. Bapak sedang menunggui ibu di RS. Tiba-tiba terdengar suara berdecak. Ibu heran “Mas, kuwi suara apa ?”, tanya beliau kepada Bapak. Bapak mencari-cari sumber suara. Ternyata itu suara saya, dan mereka berdua takjub mendengar suara anak pertama, dan mungkin saat itu tertawa bahagia.  Saat itu di ruangan hanya ada saya yang masih bayi, ibu yang tidur di RS, dan Bapak di sebelah beliau. Kembali ke tahun 2011. Di RS hanya ada ibu di bed RS, dan berdua dengan saya. Bapak telah mendahului kami beberapa minggu sebelumnya, 1 Februari 2011.

Walau 24 Februari 2011 Ibu telah mulai pulih kesadarannya. Tapi 1 Maret 2011, tepat 1 bulan setelah bapak wafat, Ibu pun dipanggil kembali oleh Allah SWT.

Sangat banyak kenangan manis dari almarhum bapak dan ibu kepada kami. Demikian banyaknya, sehingga sampai sekarang masih sering kami bicarakan. Kalau lewat depan rumah almarhum yang sekarang ditempati adik, kadang kami masih teriak “halo eyaaang”. Pendidikan dan kenangan manis keceriaan bersama keluarga. Itulah warisan tak ternilai yang ditinggalkan mereka.

Allahummaghfirlana wali walidaina warhamhuma kamaa Robbayaana shoghiiro. Ya Tuhan, ampunilah dosa kedua orang tua kami, dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihi kami saat kami masih kecil.

 

 

Tentang Anto Satriyo Nugroho

My name is Anto Satriyo Nugroho. I am working as research scientist at Center for Information & Communication Technology, Agency for the Assessment & Application of Technology (PTIK-BPPT : Pusat Teknologi Informasi & Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). I obtained my doctoral degree (Dr.Eng) from Nagoya Institute of Technology, Japan in 2003. My office is located in Serpong, Tangerang Selatan City.Since 2015, I was appointed as Program Director of R&D activities in Intelligent Computing Laboratory (former name: Digital Signal Processing Laboratory). The activities in the laboratory are organized into three groups : (i) Natural Language Processing (ii) Multimodal biometrics Identification (iii) ICT solution for Tropical Disease. I also enjoy to teach the students, as a part time lecturer in Swiss German University Serpong & UNS Sebelas Maret Surakarta. Should you want to know further information on my academic works, please visit my professional site at http://asnugroho.net
Pos ini dipublikasikan di coffee morning, keluarga. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s